Header Ads

header ad

Jawa Timur Terparah Dalam Hal Penyakit Difteri

Jawa Timur Terparah Dalam Hal Penyakit Difteri

Manunggal - Jawa Timur Terparah Dalam hal Penyakit Difteri - Pada akhir tahun ini Jawa Timur mendapatkan kejutan yang sangat tidak mengenakkan. Kejutan ini berupa data yang telah di himpun oleh Kementrian Kesehatan selama 1 tahun ini. Data tersebut berupa terinfeksinya warga Jawa Timur oleh penyakit Difteri.

Tidak main-main, jumlah warga Jawa Timur yang telah terinfeksi oleh penyakit Difteri ini berjumlah 300 lebih. Dari sejumlah itu, sebanyak 12 nyawa telah meninggal duniaakibat penyakit Difteri. Dengan jumlah korban yang sebanyak itu, maka Provinsi Jawa Timur sudah di anggap masuk ke level Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sejatinya sebaran dari terjngkitnya penyakit Difteri ini sangatlah merata hingga ke seluruh Indonesia. Namun dari 95 Kabupaten - Kota yang telah melaporkan terjangkitnya penyakit Difter, Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat tertinggi, lalu di susul oleh Provinsi Jawa Barat. Peringkat tertinggi ini tentunya merupakan hal yang sangat menakutkan bagi warga Jawa Timur pada khususnya.

Lantas..bagaimanakah dengan Kota Surabaya sendiri...?. Saat ini di Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yaitu Dr Soetomo Kota Surabaya telah menerima 3 pasien dari menderita penyakit Difteri. Ketiga pasien ini adalah pasien anak-anak yang berusia 3 tahun hingga 5 tahun. Memang, penyakit Difteri ini kebanyakan menyerang usia anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan juga bisa menyerang ke orang dewasa. Karena memang penyakit Difteri ini tidak mengenal batasan usia.

Apa itu  penyakit Difteri...?. Difteri adalah penyakit yang di akibatkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae. Infeksi dari bekteri Corynebacterium diphtheriae ini dapat menyerang selaput lendir, tenggorokan dan hidung. Bakteri ini akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel yang sehat. Sel sehat yang mati ini kemudian membentuk lapisan membran pada tenggorokan dan menghasilkan racun. Bahkan penyakit difteri ini bisa juga mempengaruhi pada kulit.

Apabila ada orang yang telah di nyatakan positif terkena penyakit difteri, maka penderita harus segera di isolasi secara ketat. hal ini di karenakan penyakit Difteri sangatnya menular dan bisa menimbulkan infeksi secara serius yang akhirnya dapat mengancam nyawa penderita.


Cara Penularan Penyakit Difteri : Penyakit Difteri sangatlah mudah menular melalui beberapa cara, yaitu :  
  1. Terhirupnya percikan ludah dari penderita Difteri akibat bersin atau batuk. Penularan lewat udara ini adalah penularan yang paling umum terjadi.
  2. Barang-barang pribadi penderita Difteri yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, misalnya sendok, garpu, handuk, baju dan lain-lain.
  3. Sentuhan langsung pada luka yang terjadi akibat penyakit Difteri yang sudah menyerang pada kulit.
Bagaimana Gejala dari penyakit Difteri...?. Bakteri Difteri mempunyai masa inkubasi selama 2 hari hingga 5 hari sebelum memunculkan gejalanya. Gejala yang ada adalah sebagai berikut :
  1. Adanyanya membran tipis berwarna abu-abu yang menutupi pada bagian tenggorokan.
  2. Penderita akan mengalami demam tinggi dan tubuh menggigil.
  3. Sakit pada tenggorokan dan suara akan serak.
  4. Terkadang penderita akan mengalami sulit bernapas.
  5. Adanya pembengkakan pada kelenjar limfe di leher.
  6. Tubuh merasa lemas dan letih.
  7. Keluar lendir pada hidung (Pilek). Awalnya lendir ini berwujud cair, tapi di kemudian waktu akan menjadi kental dan terkadang terdapat bercak darah.
Pengobatan Difteri : Pemberian obat pada penderita Difteri ini adalah meliputi pemberian antibiotik dan antitoksin selama 2 minggu. Biasanya setelah pemberian antibiotik selama 2 minggu penderita akan sembuh.

Apabila terlambat dalam melakukan penanganan, penyakit Difteri ini bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi dari Penyakit Difteri ini sangatlah berbahaya, karena bisa menyerang jantung dan syaraf.

Pencegahan Penyakit Difteri : Sebenarnya penyakit Difteri adalah penyakit lama yang muncul kembali. Penyakit ini dapat di cegah dengan imunisasi DTP. Namun karena kurang meratanya pelaksanaan imunisasi dan juga ada warga yang kurang sadar akan pentingnya imunisasi ini, akhirnya penyakit Difteri muncul kembali. (Yanuar Yudha)

1 comment:

  1. assalamu alaikum wr wb..
    bismillahirrahamaninrahim... senang sekali saya bisa menulis
    dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
    sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
    dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
    namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
    hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
    akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
    saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
    demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
    ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
    dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
    dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan KH. Ahmad Danan hidupnya kembali sukses,
    awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
    dan melihat langsung hasilnya, `
    saya akhirnya bergabung dan mengunjung websiteNya http://pondok-allaqsha.logdown.com atau KLIK DISINI semua petunjuk K.H. Ahmad Danan saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim,
    alhamdulilah demi allah dan anak saya,
    akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
    semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
    kini saya kembali sukses terimaksih Kh. Ahmad Danan saya tidak akan melupakan jasa aki.Call/Wa 62822-9128-6336

    jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
    saya sudah buktikan demi allah silahkan KLIK DISINI












































    ReplyDelete

Powered by Blogger.