Seputar Surabaya

Patung Tanpa Busana Hebohkan Publik Surabaya

Patung Tanpa Busana Hebohkan Publik Surabaya

Manunggal - Patung Tanpa Busana Hebohkan Publik Surabaya - Suatu karya seni tentunya sangat indah bila di pajang dan di pamerkan ke publik. Hal ini karena keindahannya akan mampu membuat orang yang melihatnya kagum. Namun lain halnya jika suatu karya seni yang di pamerkan ternyata menimbulkan kehebohan. Apalagi menimbulkan keresahan publik. Keadaan ini seperti yang terjadi di Kawasan Surabaya Barat, dimana beberapa komponen masyarakat melakukan protes atas pendirian patung yang di anggap "tidak sopan" ini. 

Patung yang menghebohkan Surabaya ini berdiri tepat di depan perumahan Citra Land Surabaya. Patung ini berbentuk sepasang pria dan wanita yang sedang menari. Namun sayangnya mereka di buat seperti tanpa busana. Bahkan pada patung wanitanya di bagian atas sangat terbuka dan terlihat sangat vulgar. 
Foto dari patung tanpa busana ini kemudian tersebar secara viral melalui media sosial. Dan tidak perlu sejatinya keberadaan patung tanpa busana ini sudah ada sejak sekitar 15 tahun yang lalu. Patung ini berdiri di dekat kampus Universitas Negeirsa) yang ada di kawasan Lidah Kulon. "Patung itu terletak di dekat pintu masuk, dan keberadaannya sudah lama mas" Jelas Yogi yang merupakan alumni dari kampus Unesa. "Sejak saya menjadi mahasiswa baru, patung itu sudah ada, namun kok baru sekarang di peributkan ya...?" imbuhnya.

Kemarin siang, beberapa perwakilan dari organisasi masyarakat Kota Surabaya mengadakan aksi atas keberadaan patung tanpa busana tersebut. Mereka menamakan diri sebagai Forum Anak Muda Peduli Kota Pahlawan Surabaya. "Kami menolak dengan tegas keberadaan patung tersebut" tegas Imam Budi Utomo selaku penanggung jawab dari kelompok tersebut. 

Imam sangat menyayangkan keberadaan patung tersebut yang berdiri di depan perumahan Citra Land, juga di dekat pintu masuk UNESA. "Apalagi terletak di tepi jalan besar dan ramai, tentunya akan menimbulkan presepsi yang macam-macam di masyarakat yang melihatnya nanti" jelas Imam. "Kalaupun ini di anggap merupakan karya seni, mungkin bisa di pindahkan ke tempat yang tertutup seperti museum atau lokasi lainnya"imbuhnya.

Sebagai bentuk dari aksi ini, Forum Anak Muda Peduli Kota Pahlawan Surabaya ini kemudian memberikan kain putih pada kain tersebut. kain putih ini di lingkarkan pada patung untuk menutupi bagian vital dari patung tersebut.  

Menanggapi aksi tersebut, pihak Citra Land Surabaya kemudian menanggapi dengan baik. Mereka berjanji akan menutupi patung tanpa busana tersebut dengan kain hitam sebelum memutuskan tindakan berikutnya. 

Setelah mendapatkan tanggapan dengan baik dari pihak perumahan Citra Land Surabaya, Forum Anak Muda Peduli Kota Pahlawan Surabaya ini kemudian membubarkan diri. 

Ternyata bukan hanya Forum Anak Muda Peduli Kota Pahlawan Surabaya saja yang menyatakan keberatannya atas keberadaan patung tersebut. Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan melayangkan surat keberatan atas patung tanpa busana tersebut ke Pemerintah Kota Surabaya. 

Tentunya banyak masyarakat yang berharap bisa di temukan solusi terbaik atas keberadaan patung tanpa busana tersebut. Slamet Effendy yang sering melintas ke kawasan tersebut juga sangat menyayangkan tentang adanya patung tersebut. "Takutnya banyak warga luar Kota Surabaya yang mengartikan lain dari patung tersebut, apalagi di era Walikota Surabaya Tri Rismaharini kawasan Prostitusi terbesar di Asia Tenggara telah berhasil di tutup" jelas Slamet. (Yanuar Yudha).  
  

About Manunggal TV

0 coment�rios:

Post a Comment

Powered by Blogger.