Seputar Surabaya

Waspadai Pita Pengaduh Di Surabaya

Waspadai Pita Pengaduh Di Surabaya

Manunggal - Kota Surabaya adalah kota tersibuk kedua setelah Kota Jakarta. Hal ini berbanding lurus dengan kondisi lalu lintasnya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa, maka di pastikan semua ruas jalan akan penuh pada saat jam berangkat dan pulang kerja atau sekolah. Untuk itulah maka Pemerintah Kota Surabaya sangat fokus untuk menambah kapasitas jalan. Banyak jalan baru di bangun. Untuk jalan yang lama-pun di lakukan pelebaran dengan cara sistim Box Culvert.

Kondisi jalan yang lebar dan mulus tentunya sangat nyaman untuk di buat berkendara. Namun sayangnya hal ini ternyata di salah-gunakan oleh beberapa oknum tertentu untuk melakukan balap liar. Biasanya balap liar ini banyak di lakukan pada dini hari di jalan-jalan yang kondisinya sangat bagus. Meskipun pihak Kepolisian berkali-kali berusaha menangkalnya, para pembalap liar ini seakan sudah mempunyai cara untuk menghindarinya. Jadi semacam bermain kucing-kucingan.

Untuk mengatasi aksi balap liar ini, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan melakukan pemasangan speed trap atau yang di sebut juga pita pengaduh. Pita Pengaduh ini berbentuk seperti polisi tidur dengan ketinggian sekitar 4cm hingga 5 cm. Pemasangannya berbentuk memanjang dengan jumlah 4 pita setiap lokasinya.  Biasanya pita pengaduh ini di berikan warna putih sebagai penanda.

Pita pengaduh ini di pasang di beberapa tempat yang di sinyalir menjadi lokasi dari arena balap liar. Tempat tersebut antara lain frontage Ahmad Yani, Kawasan Gunung Anyar, Jalan Ngagel Jaya Selatan dan beberapa tempat lainnya.

Namun sayangnya, pemasangan Pita Pengaduh ini seakan tidak mempunyai standart yang sama. Entah karena tidak ada aturan bakunya, atau tidak ada petunjuk pemasangan. Sehingga antara pita pengaduh yang satu dengan lainnya berbeda baik dari bentuk maupun ketinggiannya. Di lokasi lain ada Pita Pengaduh yang landai dan cukup nyaman untuk di lewati, namun di lokasi lainnya ada Pita Pengaduh yang cukup terjal untuk di lewati meskipun pengendarra motor sudah menurunkan kecepatannya.

Salah satu lokasi dari Pita Pengaduh yang akhir-akhir ini menimbulkan polemik di warga Kota Surabaya adalah Pita Pengaduh yang ada di Jalan Ngagel Jaya Selatan. Warga Kota Surabaya banyak yang mengeluhkan Pita Pengaduh ini. Hal ini di karenakan sudah banyak korban berupa pengendara motor yang terjatuh akibat melewatinya. "Hampir setiap hari saya menolong motor yang jatuh mas"jelas Sutikno salah satu pekerja di perusahaan advertising di lokasi tersebut. "Yang kasihan kalau bawa anak atau barang bawaan" sambungnya.

Berdasarkan pengamatan dari Manunggal, bentuk dari Pita Pengaduh yang ada di Jalan Ngagel Jaya Selatan ini sangatlah terjal. Bentuknya bahkan mirip seperti balok kayu. Maka tidak heran jika banyak pengendara yang terjatuh. Kebanyakan pengendara yang terjatuh ini di karenakan harus melakukan pengereman yang mendadak.

Di beberapa lokasi lainnya juga banyak Pita Pengaduh masih terasa terjal dan cukup membahayakan pengendara. Mungkin kedepannya sebelum lokasi Pita Pengaduh bisa di berikan rambu peringatan agar pengendara bisa melakukan pengurangan kecepatan dengan teratur. Dan warna pita pengaduh yang sudah pudar agar sebisa mungkin di cat kembali. 

Intinya adalah, Pita Pengaduh ini dapat menghilangkan balap liar, namun dengan tidak membahayakan pengendara motor pada umumnya. (Yanuar Yudha)

About Manunggal TV

0 coment�rios:

Post a Comment

Powered by Blogger.