Header Ads

header ad

Kominfo Paparkan Rancangan Aplikasi Terbaru Kepada KIM Kota Surabaya

Kominfo Paparkan Rancangan Aplikasi Terbaru Kepada KIM Kota Surabaya

Manunggal Media - Pada Rabu siang (16 Mei 2018), ke 12 anggota Forum (Kelompok Informasi Masyarakat) KIM Kota Surabaya melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya. Bertempat di lantai 5 gedung Pemkot Kota Surabaya para anggota relawan informasi ini di temui oleh Agus Imam Sonhaji. Ada beberapa poin yang di sampaikan oleh KIM Kota Surabaya, salah satunya adalah melaporkan mengenai kondisi terbaru Kota Surabaya pasca terjadinya serangan teroris. 

Agus Imam Sonhaji dalam hal ini sangat meng-apresiasi kinerja yang di lakukan oleh para relawan informasi ini. Karena tanpa arahan petunjuk dari Dinas Kominfo, ternyata para anggota KIM di lapangan ini sudah bisa bergerak sesperti profesional. Dalam kesempatan ini Bony selaku Ketua Forum KIM Kota Surabaya mengemukakan mengenai keluarga dari salah satu anggota KIM yang juga menjadi korban dari ledakan bom. 

Dalam sesi terakhir, Lydia Novi memaparkan rancangan aplikasi terbaru yang akan segera di lunching oleh Dinas Kominfo Surabaya. Aplikasi ini merupakan pengembangan dari Aplikasi E-wadul yang terdahulu. Fungsi utama dari Aplikasi ini adalah menampung keluhan dari masyarakat, baik eluhan mengenai infrastruktur maupun mengenai pelayanan umum. Nantinya keluhan masyarakat ini bisa di foto lalu di upload pada aplikasi ini dan akan mendapat tanggapan langsung dinas terkait.

Selain mengenai keluhan, aplikasi ini nantinya juga ada fasilitas chat seperti Whatsapp. Bila masyarakat ingin mendapatkan update mengenai berita lokal yang ada di Kota Surabaya, di aplikasi ini juga ada info-info konten lokal yang di tulis oleh para KIM yang tersebar di seluruh pelosok Kota Surabaya.

Agus Imam Sonhaji berharap aplikasi ini bisa di minati oleh waga Kota Surabaya. Oleh karena itu masukan dari para pegit KIM ini akan sangat di perlukan. "Aplikasi ini di jamin aman, karena server dan infrastrukturnya kita miliki sendiri, jadi enggak akan ada data yang bocor" jelas Agus. (Yanuar Yudha)


No comments

Powered by Blogger.