News Scroll

Pojok Rungkut

Seputar Surabaya

Kegiatan KIM

Umum

Manunggal Vlog

Mahasiswa STIKES Yayasan R.S Dr. Soetomo Ajarkan Cara Menyikat Gigi Yang Benar


Manunggal - Pagi (Jum'at 27/01/2018) ini suasana di halaman sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Mekar yang berada di Jalan Raya Gunung Anyar Sawah tampak begitu meriah. Anak didik dari kelas TK B terlihat berbaris di halaman dengan membawa peralatan sikat gigi masing-masing.

Ternyata pagi ini, sebanyak 10 mahasiswa dari STIKES Yayasan R.S Dr. Soetomo sedang mengajarkan cara membersihkan gigi yang benar kepada murid-murid dari TK. Tunas Mekar. "Mulai dari gigi depan ya...terus ke samping kiri dan kanan" terang salah satu mahasiswi.

Kegiatan yang di lakukan oleh mahasiswa STIKES Yayasan R.S Dr. Soetomo ini adalah dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang di laksanakan di Kecamatan Gunung Anyar Surabaya. (Yanuar Yudha) 

Tarif Tol Surabaya-Kertosono Masih Terlalu Mahal

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajukan keberatan atas tarif tol Surabaya-Kertosono yang dinilai terlalu mahal. Ia mengusulkan ada hitung ulang agar fungsi keberadaan tol bisa membangkitkan ekonomi.


"Dua hari itu saya cek (tol) Surabaya-Mojokerto, kok sepi. Truk gak ada yang lewat (karena) ongkosnya mahal. Mereka berpikir lebih baik macet lewat bawah ketimbang bayar mahal," ujar Pakde Karwo, sapaan karib Soekarwo, Selasa (30/1).
Gubernur kelahiran Madiun tersebut menghitung, dengan harga Rp 82 ribu dan panjang 76,97 km terlalu mahal. Memang harga tersebut masih bisa terjangkau. Namun berbeda halnya dengan truk angkutan barang.


"Kalau truk berapa, itu mahal. Maka, harus, saya harus usul. Salah satunya menghitung kontrak pemerintah dengan pihak ketiga. Yang tadinya dikembalikan 25 tahun diperpanjang 35 tahun sehingga ongkosnya murah," jelasnya.


Pakde Karwo melanjutkan, dengan begitu, Build, Operate and Transfer (BOT) ikut diperpanjang. Sehingga tarif tol bisa lebih ditekan lagi dan masyarakat pun bisa menikmati dengan bayaran murah. Pakde Karwo menyarankan, agar pemerintah mengambil keuntungan belakangan. Sebab, yang terpenting itu adalah rakyat bisa meraih untuk serta meningkatkan perekonomiannya.


"Dari pada pemerintah dapat duit tapi rakyat tidak punya. Saya masih diskusi ini dengan pak menteri PU agar jangan sampai ini tidak sependapat. Tapi saya harus cari solusi," bebernya.
Dia mengaku, saat ini tengah menghitung dengan beberapa pihak tentang berapa harga yang bisa dijangkau masyarakat. Sudah ada hitungan perubahan. Hanya saja, Pakde Karwo masih merasa perlu ditekan.


"Didalam jadi pada saat ongkos produksi disana dia diangkut kesana (tujuan) itu berapa. Paling mobil pribadi kan bukan ekonomi produktif. Dia tak punya nilai tambah. Tapi untuk truk berbeda lagi," tandasnya.


Untuk harga golongan dua, yakni truck dengan dua gandar harganya mencapai Rp 103 ribu. Harga tersebut terbilang mahal. Padahal dibangunnya tol tersebut untuk memperbaiki perekonomian masyarakat.

Warga Rungkut Barata Jadi Korban Penculikan

Manunggal -  Kondisi keamanan di Kota Surabaya akhir-akhir ini menjadikan banyak ibu yang sedikit was-was dan khawatir. Hal ini di picu oleh adanya penculikan anak yang di lakukan oleh oknum yang tidak di kenal. Dari catatan Kabar Surabaya sudah ada beberapa anak yang di laporkan hilang. Salah satu yang menjadi korban dan sempat viral di Media Sosial adalah penculikan yang menimpa Vanessa. Anak dari pasangan LilikIndrayanto dan Astuti ini adalah warga dari perumahan Rungkut Barata gang 9 blok UC Kota Surabaya.

Kronologis dari penculikan ini bermula dari kejadian kecelakaan tunggal yang di alami oleh Astuti dan kedua anaknya. Kecelakaan ini terjadi di kawasan jembatan Nginden. Ketika itu anak keduanya mengalami luka pada daerah kepala dan Vanessa anak pertamanya tidak mengalami luka. Astuti dan anaknya yang nomor dua lalu di tolong pengendara untuk ke Rumah Sakit Premiere Nginden. Vanessa saat itu juga di tolong pengendara motor lain.

Di sinilah musibah itu terjadi. Ketika Sang Ibu dan Tito sampai ke Rumah Sakit Premiere, ternyata Vanessa tidak sampai ke Rumah Sakit. Namun di tunggu hingga jam 6 sore, Vanessa juga belum sampai ke Rumah Sakit. Ketika di telpon ke rumah, murid dari Sekolah Dasar Muhammadiyah ini juga tidak ada di tempat.

Hilangnya Vanessa ini langsung menyebar ke media sosial dan di siarkan juga melalui radio Suara Surabaya. Tidak butuh waktu yang lama, pada malam harinya Vanessa sudah di ketemukan. Namun yang membikin masyarakat yakin kalau Vanessa ini korban penculikan adalah, posisi di ketemukannya berada di kawasan Pasuruan.

Vanessa di ketemukan oleh petugas pompa bensin Raci, yang melihatnya menangis karena kelaparan. Sang petugas langsung mengamankannya. Beberapa netizen langsung mengirimkan foto dari di ketemukannya vanessa ke radio Suara Surabaya yang kemudian langsung menayangkannya.

Tanpa tunggu waktu lama ayah dari Vanessa bersama tim Inafis Kepolisian datang ke lokasi untuk menjemputnya. Sebelum tim penjemput tiba sempat terjadi keributan kecil di lokasi Pom Bensin Raci. Karena ada satu orang yang mengaku sebagai saudaranya dan menginginkan untuk membawanya. Namun ada salah satu warga yang menolaknya dan harus menunggu pihak Kepolisian tiba.

Untuk mengantisipasi kejadian penculikan ini di harapkan kepada para orang tua agar 

  • Meningkatkan kewaspadaan di sekolah terutama pada saat jam masuk dan pulang sekolah. 
  • Mengingatkan orang tua untuk memantau keberadaan anak dan memastikan ada pihak keluarga yg memantau teman bermain dan orang orang yg melakukan aktifitas bersama anak.
  • Berkordinasi dg org tua berkaitan dg identitas orang yang  melakukan antar jemput ke  sekolah. 
  • Tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal. (Yanuar Yudha)


  • Sambut Pilkada Serentak Kelurahan Rungkut Menanggal Laksanakan Bimtek PPID

    Manunggal - Pelaksanaan Pilkada serentak untuk Pemilihan Gubenur Jawa Timur tinggal mengitung bulan saja. Pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 ini akan di laksanakan pada bulan Juni mendatang. Oleh karena itu, belakangan ini, di setiap Kelurahan yang ada di Kota Surabaya menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pilgub Jatim 2018.

    Demikian halnya dengan Kelurahan Rungkut Menanggal Kota Surabaya. Pada hari Senin malam (15/01/2018) di Pendopo Kelurahan Rungkut Menanggal di laksanakan Bimbingan Teknis Petugas Pemutakhiran Data Pemilih  (Bimtek PPDP). Bimbingan ini sangatlah di perlukan agar pelaksanaan Pemilihan Daerah Serentak 2018 nanti bisa berjalan dengan tertib, aman dan lancar.

    Bapak Gandek selaku anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Rungkut Menanggal memaparkan mengenai 5 jenis formulir yang harus di pahami oleh para peserta. Para peserta juga melakukan latihan pengisian formulir dan di latih untuk menyelesaikan kasus-kasus yang biasanya muncul di lapangan. 

    Gandek juga mengingatkan kepada peserta mengenai keakuratan data pemilih. Kalau di lihat dari kasus - kasus tahun sebelumnya, masih banyak kekeliruan data yang masih terjadi. Warga yang sudah meninggal namun masih terdaftar, dan warga luar daerah yang masuk ke daerah pemilihan lain adalah kasus yang masih sering terjadi. (Yanuar Yudha)

    Forum KIM Kota Surabaya Mendapatkan Apresiasi Dari Kepala Dinas Kominfo Surabaya

    Manunggal - Keberadaan Forum (Kelompok Informasi Masyarakat) KIM Kota Surabaya telah terbentuk pada tahun 2016 lalu, secara perlahan namun pasti telah menunjukkan kinerja yang positif. Selain telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyebar luasan program-program pemerintah. Peran KIM juga terasa langsung dampaknya hingga ke lapisan masyarakat. Hal ini di karenakan banyak dari anggota KIM yang tersebar juga di organisasi yang lain seperti Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Kelompok UKM, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis_ dan lain sebagainya. Dengan masuk ke organisasi ini, maka informasi yang di bagikan akan tesebar cukup merata ke semua lapisan masyarakat.

    Kemampuan yang di miliki oleh masing-masing personel Forum KIM Kota Surabaya ini juga sudah di kenal kemampuannya hingga ke luar daerah. Beragam prestasi juga telah di raih, seperti menjadi Juara LCCK tingkat Provinsi Jawa Timur. Maka tidak heran apabila banyak KIM dari daerah lain yang datang untuk menimba ilmu ke Kota Surabaya. Bahkan kemampuan KIM Kota Surabaya ini juga telah mencuri perhatian dari pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika. Sehingga beberapa dari anggota forum juga telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan study banding ke negara Malaysia.

    Karena itulah, Pada hari Selasa (9/01/2018), Ir. Antiek Sugiharti, M.Si selaku Kepada Dinas Kominfo Kota Surabaya berkesempatan untuk menemui semua anggota Forum KIM Kota Surabaya. Di hadapan ke-11 pengurus KIM Kota Surabaya, Antiek menyampaikan rasa terimakasihnya karena telah menjadi patner pemerintah dalah hal penyebar-luasan informasi ke masyarakat serta menjadi agen informasi yang anti terhadap berita bohong/HOAX.

    Antiek juga mengapresiasi terhadap prestasi yang telah di raih oleh KIM yang ada di Kota Surabaya ini. Karena dengan prestasi yang di raih, Kota Surabaya telah menjadi salah satu berometer bagi perkembangan KIM di Indonesia. 

    Dalam kesempatan ini, Lydia Novi selaku pembina KIM, mengajak Forum KIM Kota Surabaya guna menyusun rencana kerja untuk agenda kegiatan KIM Kota Surabaya pada tahun 2018. Ada banyak kegiatan yang akan di laksanakan bagi KIM se-Kota Surabaya pada tahun ini, antara lain :
    1. Pembinaan Rutin Bulanan selama 12 kali.
    2. Workshop mengenai pembuaatan Vlog dan lain2 selama 4 kali.
    3. Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) yang akan di selenggarakan pada bulan Agustus.
    4. Lomba Vlog.
    Ketua Forum KIM Kota Surabaya, juga menyampaikan program-program yang menjadi usulan dari anggota KIM se-Kota Surabaya, yaitu :

        1. Melengkapi 154 KIM Kelurahan.
        2. Verifikasi dan klasifikasi KIM jadi beberapa grade,yaitu  A - B - C.
         - A adalah KIM yg sdh eksis (lebih dari 3 th) dan pernah mengikuti LCCK minimal tingkat Kota.
         - B adalah KIM yang sudah ber-SK, belum lebih dari 2 tahun.
         - C adalah KIM yang baru sama sekali baik yang sudah ber-SK maupun belum.
        3. Workshop Nge-Blog Bersama Bunda Tri. Bagi Pemula.
        4. Pembinaan KIM (kelas) B maupun C.
       5. Edukasi LPMK tentang organisasi & tupoksi KIM, sehingga ke depan keberadaan KIM di  Masyarakat lebih bisa diterima.
        6. Audiensi Pengurus Forum KIM ke Bagian Humas Pemkot Surabaya, Command Centre/112 serta Kepala Dinas Kominfo (terkait hasil kunjungan delegasi KIM Surabaya ke Malaysia).
        7. Materi tentang pembuatan Proposal dan Pengajuan Bantuan CSR/Lembaga Donor/Pihak diluar Pemerintah, bagi kepentingan Pemberdayaan Masyarakat lewat KIM Kelurahan.
        8. Workshop 8 jam, dengan Tema : Monetize Media KIM (hanya utk 30 pegiat KIM/bloger/vloger, yang sudah memiliki Grade - A, atau sudah ├ęksis 3 th/lebih).
        9. Audiensi kepada Walikota Surabaya.
      10. Memberikan seluruh personil Pengurus Forum KIM Kota Surabaya, dalam kegiatan level Kementrian Kominfo (seperti SAIK 2017 di Palembang, th. kemarin), infonya Kabar SAIK 2018 di Mataram - NTB. (Yanuar Yudha)  

    Pengurus Forum KIM Kota Surabaya

    Spanduk Tolak Risma Bermunculan Di Kawasan Rungkut

    Manunggal - Tidak bisa di pungkiri bahwa sosok Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang di nilai berhasil membangun Kota Surabaya telah menjadi magnet bagi banyak partai politik untuk mencalonkan beliau ke tingkat kepemimpinan yang lebih tinggi lagi. Di tangan beliau, Kota Surabaya bisa terlihat cantik dengan tata kota yang apik. Tidak hanya membangun infrastruktur, Walikota Perempuan pertama di Kota Surabaya ini berhasil juga membangun warga Kota Pahlawan hingga mempunyai kualitas yang baik.

    Sejak memasuki periode kepemimpinannya yang ke dua, Tri Rismaharini telah masuk menjadi kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Jadi apapun yang terjadi, beiau harus tunduk dan patuh terhadap aturan partai.

    Hal inilah yang kemudian selalu menjadi dilema, baik dari Risma sendiri, maupun dari warga Kota Surabaya. Ketika pemilihan Gubenur Jakarta di gelar, nama Risma juga pernah masuk dalam bursa calon kuat. Namun Risma menyangkalnya, beliau menyampaikan bahwa dirinya masih terikat sumpah jabatan untuk menjadi Walikota Di Kota Pahlawan selama 5 tahun ke depan.

    Rupanya kejadian ini berulang lagi. Akibat mundurnya Bupati Banyuwangi Azwar Anas, maka nama Tri Rismaharini di gadang-gadang untuk menggantikannya sebagai calon wakil Gubenur. Risma akan di sandingkan dengan Gus Ipul sebagai wakilnya. Beberapa kali Tri Rismaharini menemui Megawati untuk membahas masalah ini. namun dengan tegas pula beliau masih menolaknya. 

    Lantas bagaimana Reaksi warga Kota Surabaya terhadap pencalonan Tri Rismaharini sebagai calon Wakil Gubenur Jawa Timur ini..?. Ternyata sikap warga Kota Surabaya masih tetap sama dengan saat Risma di calonkan sebagai Gubenur Jakarta pada tahun lalu. Warga Kota Surabaya dengan tegas menolak terhadap pencalonan Walikota Surabaya ini. 

    Respon warga Kota Surabaya terhadap penolakan pencalonan Tri Rismaharini ini banyak di tuangkan melalui spanduk yang di pasang di tepi jalan. Spanduk ini juga ada di depan perumahan Rungkut Barata Surabaya. Spanduk yang berukuran 1meter x 5meter ini bertuliskan "Kota Surabaya masih membutuhkan kepemimpinan Bu Risma". Tidak di ketahui secara pasti, siapakah yang memasang dan bertanggung jawab dengan apnduk tersebut. Hal ini di karenakan tidak adanya nama komunitas, lembaga ataupun pribadi pada spanduk tersebut.   

    Dan akhirnya partai di mana Tri Rismaharini bernaung akhirnya tidak mengusung Walikota Surabaya ini sebagai calon Wakil Gubenur Jawa Timur. Tekad kuat Risma yang ingin terus mengabdi kepada Kota Surabaya sampai masa jabatannya habis adalah buah dari sumpah jabatan yang telah di ucapkannya. "Saya sudah mempunyai sumpah untuk mengabdi kepada warga Kota Surabaya selama 5 tahun, dan sumpah itu di saksikan oleh Tuhan, jadi mana mungkin saya mengingkarinya" terang Risma. (Yanuar Yudhatama)
     

    Kawasan "Banjir Abadi" Gunung Anyar Belum Di Sentuh

    Manunggal - Saat ini Kota Surabaya telah memasuki musim penghujan. Puncak musim hujan di perkirakan akan terjadi pada bulan Januari dan bulan Februari 2018. Pada puncaknya ini, hampir setiap sore Kota Surabaya selalu di guyur oleh hujan.

    Untuk menghindari banjir, Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan langkah-langkah strategis sebagai antisipasinya. Beberapa cara yang di pakai adalah pengerukan sungai, pembersihan endapan di selokan dan pembangunan tanggul-tanggul di sungai besar. Meskipun banjir belum bisa di atasi dengan tuntas, namun lama genangan yang terjadi bisa di persingkat dan di kurangi mpak luasannya
    Namun hal ini tidak di rasakan oleh warga kelurahan Gunung Anyar Surabaya yang ada di jalan Amir Machmud Surabaya. Di jalan yang terletak tepat di depan perumahan Puri Citra Rungkut ini selalu terendam air hujan meskipun hujan sudah reda. Genangan yang terjadi ini bahkan bisa ada sehingga 3 hari kedepan. Jika sudah begitu, maka bau anyir akan tercium hingga ke rumah warga sekitar. Panjang genangan yang ada bisa mencapai hingga 50 meter dan ketinggiannya sekitar 5cm.

    Dengan tergenangnya air ini, yang di takutkan warga adalah timbulnya penyakit demam berdarah. Apalagi pada musim hujan ini perkembangan nyamuk bisa di katakan lagi dalam masa puncaknya. 

    Sebenarnya hal ini sudah pernah di laporkan oleh warga kepada pihak terkait. Namun hingga sekarang masalah tersebut belum ada tindak lanjutnya. Sudah lebih dari 3 tahun kondisi ini di alami warga dan belum ada solusinya.

    Persoalan ini sebenarnya sudah pernah mendapatkan tindakan dari dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya. Namun tindakan yang di lakukan hanyalah melakukan pengaspalan permukaan jalan dan tidak memperbaiki saluran air di sekelilingnya. Tentu saja hal ini membuat genangan air akan tetap terjadi setiap musim hujan tiba.

    Berdasarkan pengamatan dari Manunggal, di kawasan ini tidak ada saluran air yang memadai. Kondisi kawasan yang kontur permukaan jalannya yang berbentuk cekungan juga mengakibatkan timbulnya genangan. 

    Warga sekitar sangat berharap agar persoalan genangan air ini bisa segera di atasi. Sehingga bau anyir yang selalu tercium di saat musim penghujan bisa hilang. Dan warga juga bisa terhindar dari serangan nyamuk demam berdarah. (Yanuar Yudha)  


    Waspadai Pita Pengaduh Di Surabaya

    Manunggal - Kota Surabaya adalah kota tersibuk kedua setelah Kota Jakarta. Hal ini berbanding lurus dengan kondisi lalu lintasnya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa, maka di pastikan semua ruas jalan akan penuh pada saat jam berangkat dan pulang kerja atau sekolah. Untuk itulah maka Pemerintah Kota Surabaya sangat fokus untuk menambah kapasitas jalan. Banyak jalan baru di bangun. Untuk jalan yang lama-pun di lakukan pelebaran dengan cara sistim Box Culvert.

    Kondisi jalan yang lebar dan mulus tentunya sangat nyaman untuk di buat berkendara. Namun sayangnya hal ini ternyata di salah-gunakan oleh beberapa oknum tertentu untuk melakukan balap liar. Biasanya balap liar ini banyak di lakukan pada dini hari di jalan-jalan yang kondisinya sangat bagus. Meskipun pihak Kepolisian berkali-kali berusaha menangkalnya, para pembalap liar ini seakan sudah mempunyai cara untuk menghindarinya. Jadi semacam bermain kucing-kucingan.

    Untuk mengatasi aksi balap liar ini, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan melakukan pemasangan speed trap atau yang di sebut juga pita pengaduh. Pita Pengaduh ini berbentuk seperti polisi tidur dengan ketinggian sekitar 4cm hingga 5 cm. Pemasangannya berbentuk memanjang dengan jumlah 4 pita setiap lokasinya.  Biasanya pita pengaduh ini di berikan warna putih sebagai penanda.

    Pita pengaduh ini di pasang di beberapa tempat yang di sinyalir menjadi lokasi dari arena balap liar. Tempat tersebut antara lain frontage Ahmad Yani, Kawasan Gunung Anyar, Jalan Ngagel Jaya Selatan dan beberapa tempat lainnya.

    Namun sayangnya, pemasangan Pita Pengaduh ini seakan tidak mempunyai standart yang sama. Entah karena tidak ada aturan bakunya, atau tidak ada petunjuk pemasangan. Sehingga antara pita pengaduh yang satu dengan lainnya berbeda baik dari bentuk maupun ketinggiannya. Di lokasi lain ada Pita Pengaduh yang landai dan cukup nyaman untuk di lewati, namun di lokasi lainnya ada Pita Pengaduh yang cukup terjal untuk di lewati meskipun pengendarra motor sudah menurunkan kecepatannya.

    Salah satu lokasi dari Pita Pengaduh yang akhir-akhir ini menimbulkan polemik di warga Kota Surabaya adalah Pita Pengaduh yang ada di Jalan Ngagel Jaya Selatan. Warga Kota Surabaya banyak yang mengeluhkan Pita Pengaduh ini. Hal ini di karenakan sudah banyak korban berupa pengendara motor yang terjatuh akibat melewatinya. "Hampir setiap hari saya menolong motor yang jatuh mas"jelas Sutikno salah satu pekerja di perusahaan advertising di lokasi tersebut. "Yang kasihan kalau bawa anak atau barang bawaan" sambungnya.

    Berdasarkan pengamatan dari Manunggal, bentuk dari Pita Pengaduh yang ada di Jalan Ngagel Jaya Selatan ini sangatlah terjal. Bentuknya bahkan mirip seperti balok kayu. Maka tidak heran jika banyak pengendara yang terjatuh. Kebanyakan pengendara yang terjatuh ini di karenakan harus melakukan pengereman yang mendadak.

    Di beberapa lokasi lainnya juga banyak Pita Pengaduh masih terasa terjal dan cukup membahayakan pengendara. Mungkin kedepannya sebelum lokasi Pita Pengaduh bisa di berikan rambu peringatan agar pengendara bisa melakukan pengurangan kecepatan dengan teratur. Dan warna pita pengaduh yang sudah pudar agar sebisa mungkin di cat kembali. 

    Intinya adalah, Pita Pengaduh ini dapat menghilangkan balap liar, namun dengan tidak membahayakan pengendara motor pada umumnya. (Yanuar Yudha)

    Manunggal FanPage

    Lapor Cak

    Total Kunjungan