News Scroll

Pojok Rungkut

Seputar Surabaya

Kegiatan KIM

Umum

Manunggal Vlog

Pemkot Gerojok Sembako Murah Jelang Ramadhan

Manunggal Media - Saat menjelang lebaran seperti ini, banyak kebutuhan pokok yang harganya merangkak naik. Mulai dari beras, bumbu dapur, daging dan ayam harganya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar evant Bazar Ramadhan.



Event Bazar Ramadhan ini di tangani langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya. Ada 42 lokasi pelaksanaan Bazar Ramadhan yang tersebar hingga ke pelosok Kota Surabaya. Salah satu yang kemarin (22/05/2019) yang menjadi lokasi dari pelksanaan Bazar Ramadhan ini adalah Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya.



Meskipun acara ini di mulai tepat pada pukul 13.00wib, namun antusias masyarakat sangat luar biasa. Warga Gunung Anyar Tambak ini sudah tampak mendatangi lokasi meskipun beberapa lapak belum menggelar barang dagangannya. Para pedagang yang menjadi peserta dari Bazar Ramadhan ini adalah para pelaku UKM yang ada di Kecamatan Gunung Anyar, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya (DKPP) serta para distributor bahan pokok yang ada di Kota Surabaya.

Barang dagangan yang di gelar oleh para peserta Bazar Ramadhan ini bervariasi, mulai dari aksesoris, makanan. minuman, dan tidak ketinggalan kebutuhan bahan pokok yang di pasok oleh para distributor. Barang kebutuhan pokok yang di bawa oleh para distributor ini beragam, mulai dari beras, minyak goreng, tepung terigu dan lain sebagainya. 


Barang dari para distributor ini di jual dengan harga lebih rendah daripada harga pasaran. Seperti beras 5Kg dengan harga 45ribuan dan minyak goreng 2Liter Rp 20ribuan. Sedangkan DKPP membawa hasil pertaniannya berupa telor, cabai, dan buah-buahan seperti semangka dan labu. Disperindag sendiri membawa komoditas bawang merah dan bawang putih yang di jual dengan harga Rp 20ribuan/kg.

Semakin sore arena Bazar Ramadhan ini mulai banyak di serbu masyarakat, terutama mereka yang baru pulang dari tempat kerjanya. Terlihat beberapa warga, ada yang memborong barang dagangan yang ada. Seperti yang di lakukan oleh Rini dengan membeli 5kg beras sebanyak 5 karung. "Mumpung murah mas" jelasnya. 


Selain menjadi ajang jual beli, Bazar Ramadhan ini juga penuh dengan hiburan bagi masyarakat. Selama event berlangsung. masyarakat yang hadir di suguhkan sajian musik oleh elektone tunggal yang di pandu oleh MC Cak Suro yang cukup kocak.(Yanuar Yudha) 
Kabar Surabaya – Lebaran tanpa angpau bagi sebagian besar masyarakat sangatlah tidak biasa. Entah tradisi yang asalnya dari mana, uang angpau yang di berikan haruslah uang pecahan baru yang masih dalam kondisi bagus. Hal inilah yang akhirnya membuat Bank Indonesia harus menyiapkan milyaran uang pecahan baru di setiap tahunnya. Namun tidaklah mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan uang baru dalam pecahan kecil ini. 



“Aku, jam setengah enam sudah sampai di Lapangan Makodam V Brawijaya, dapet antrian nomor 650 ” jelas Hadi warga Krukah Surabaya. "trus orang-orang sebelum aku ini datang jam beapa ya" katanya sambil geleng-geleng kepala.

Mulai kemarin memang sudah banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk menukarkan uangnya dengan uang pecahan kecil yang baru. Banyak dari masyarakat ini yang datang ke kawasan Lapangan makodam V Brawijaya untuk menukarkan uangnya. karena di kawasan ini terdapat pelayanan dari 13 mobil bank. Bank tersebut antara lain, BCA, BRI, Mandiri, Niaga, dan beberapa bank swasta lainnya.

Namun, meskipun Bank Indonesia sudah menyiapkan pecahan uang baru sebanyak milyaran rupiah, tetap saja masyarakat masih merasa kesulitan untuk menukarkan uang yang di milikinya. Seperti yang terlihat di Lapangan Makodam V Brawijaya, di mana warga harus mengantre mulai dari pukul 05.30wib, padahal jam pelayanan baru akan di buka pada pukul 09.00wib.



Keadaan seperti ini juga terjadi di beberapa lokasi penukaran uang lainnya, meskipun tidak seramai di lapangan Makodam V Brawijaya.

Jadi, meskipun bank Indonesia sudah menyiapkan Milyaran pecahan uang baru, masyarakat harus ekstra keras untuk mendapatkannya. Mengantri lama dan berpanas-panas adalah hal yang biasa demi mendapatkan uang dalam pecahan baru.

Kalaupun kita akan menukarkan uang pecahan baru di bank, ternyata tidak semudah yang di bayangkan. Biasanya bank sangat membatasi jumlah uang pecahan baru yang akan di distribusikan kepada masyarakat.


Kesulitan itulah yang akhirnya dimanfaatkan oleh pedagang yang kemudian membuka lapak penukaran uang pecahan baru di tepi-tepi jalan. Banyak pula masyarakat yang akhirnya melakukan penukaran pecahan kecil pada mereka.

Beberapa keuntungan apabila menukarkan uang pecahan kecil di tepi jalan ini adalah :
  1. Mudah di cari
  2. Bebas antri
  3. Jumlah penukaran uang tidak di batasi (Di penukaran uang resmi selalu di batasi sekitar 3,7juta untuk sekali tukar/orang) 
Selain keuntungan, menukarkan uang di tepi jalan juga beresiko kita mendapatkan uang palsu dan jumlah uang yang tidak sesuai dengan yang telah di sepakati. Jadi para pembeli harus benar-benar jeli, dan pastikan untuk menghitung uang pecahan baru yang di terima sebelum meninggakan lokasi. 
Dalam melayani kondumen yang ingin menukarkan uang pecahan baru ini, para pedagang biasanya akan menarik fee antara 10%-15% dari uang yang akan di tukarkan. Hal inilah yang kemudian menimbulkan perdebatan tentang halal-haram menukarkan uang di tepi jalan. Karena jika kita memberikan fee maka namanya bukan tukar-menukar, melainkan membeli. Dan uang hukumnya tidak boleh di perjual belikan.


Tradisi menukarkan uang ke pecahan batu ini adalah tradisi yang sudah lama berjalan. Sudah seharusnya pihak-pihak yang berwenang, khususnya Bank Indonesia memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat. 
Beberapa perbaikan yang mungkin bisa di usulkan adalah :
  1. Waktu penularan uang bisa di mulai pada awal puasa hingga H-3 sebelum lebaran.
  2. Perbanyak lagi lokasi penukaran uang pecahan kecil, bisa bekerja sama dengan kantor Kelurahan/Kecamatan , sehingga mudah di jangkau oleh masyarakat.
  3. Sediakan unit ATM yang khusus mengeluarkan uang pecahan kecil, sehingga lebih praktis. (Yanuar Yudha)

Jelang Lebaran Pemkot Gelar Bazar Ramadhan

Manunggal Media - Pada saat menjelang puasa hingga saat Lebaran nanti, biasanya banyak bahan komoditi pokok yang harganya merangkak naik. Komoditi yang harganya naik ini bervariasi macamnya. Mulai dari daging ayam, telur, daging sapi hingga bumbu dapur seperti cabai, bawang merah dan bawang putih.



Naiknya harga kebutuhan dapur ini tentu saja akan sangat memberatkan kaum "emak-emak" yang bertugas untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya. Untuk menyiasati harga kebutuhan pokok yang harganya mulai melambung ini, Pemerintah Kota Surabaya berupaya untuk membantu. bantuan yang di berikan Pemkot Surabaya ini adalah dalam bentuk menggelar Bazar Ramadhan.

Bazar Ramadhan yang di selenggarakan Pemkot Surabaya ini akan di laksanakan langsung oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya. Jangkauan dari Bazar Ramadhan kali ini cukup meluas dan tersebar hingga ke pelosaok Kota Pahlawan ini. Total ada 42 lokasi pelaksanaan dari Bazar Ramadhan ini 



Karena bertepatan dengan Bulan Ramadhan maka acara Bazar ini akan di laksanakan dengan durasi waktu yang cukup panjang. yaitu mulai tanggal 2 Mei 2019 hingga tanggal 28 mei 2019. Waktu perdagangan dari Bazar Ramadhan ini di mulai pada pukul 13.00wib hingga 19.00wib.

Event Bazar Ramadhan ini akan menghadirkan UKM-UKM binaan Pemkot Kota Surabaya, Para distributor serta  beberapa dinas yang berhubungan langsung dengan kebutuhan bahan pokok. 

Berikut adalah lokasi serta tanggal pelaksanaan dari Bazar Ramadhan ini :

Kamis 02 Mei 2019
  • Depan Graha Bibis, 31. Bibis Tama, Kel. Manukan Wetan, Kec. Tande
  • SMAN 22 Sumberan, Balas Krumpik, Wiyung

Jumat 03 Mei 2019  
  • Ketintang Timur PTT I, Kel. Gayungan, Kec. Gayungan 
  • Balai RW 4 Wisma Lidah Kulon, Kel. Bangkingan, Kec. Lakarsantri
Senin 06 Mei 2019
  • Asem Raya Lapangan Futsal RW 1, Kel. Asemrowo, Kec. Asemrowo 
  • Karangrejo Sawah III, Kel. Wonokromo, Kec. Wonokromo
Selasa 07 Mei 2019
  • Dukuh Kupang Timur 1, Kel. Pakis, Kec. Sawahan 11111 
  • Depan Kecamatan Dukuh Pakis (lama), Kel. Dukuh Pakis, Kec. Dukuh Pakis'
Rabu 08 Mei 2019
  • Kedung Klinter Gg 1, Kel. Tegalsari, Kec. Tegalsari 
  • Depan Kantor Kecamatan Sukomanunggal, Kel. Simomulyo, Kec. Sukomanunggal

Kamis 09 Mei 2019
  • Halaman Gedung Pandansari, Kel. Kandangan, Kec. Benowo 
  • Pakal AMD (Depan Masjid Bauturohim), Kel. Pakal, Kec. Pakal
Jumat 10 Mei 2019
  • Manukan Jaya I, Kel. Manukan Kulon, Kec. Tandes 
  • Lapangan Bulu Tangis RT 001 RW 006, Kel. Sambikerep, Kec. Sambikerep
Minggu 12 Mei 2019
  • Perum. Gunungsari Indah, 31. Gunungsari Indah, Kel. Kedurus, Kec. Karang Pilang 
  • Panjang Jiwo SD I No.10, Kel. Panjang Jiwo, Kec. Tenggilis Mejoyo
Senin 13 Mei 2019
  • Babatan Tengah RW 1, Kel. Wiyung, Kec. Wiyung 
  • Halaman Kec. Gayungan, 31. Masjid Agung Timor No. 2, Kel. Gayungan, Kec. Gayungan

Selasa 14 Mei 2019
  • Halaman Kantor Kecamatan Karang Pilang, Kel. Karang Pilang, Kec. Karang Pilang 
  • Perum. Graha Suryanata, Kel. Sumberejo, Kec. Pakal
Rabu 15 Mei 2019
  • Tenggilis Kauman, Kel. Tenggilis Mejoyo, Kec. Tenggilis Mejoyo 
  • Depan Kantor Kec. Wonocolo, 31. Jemursari II No. 33
Kamis 16 Mei 2019
  • Teluk Aru Utara RW 8, Kel. Perak Utara, Kec. Pabean Catian 
  • Tambak Asri 133 (Lapangan Kremil), Kel. Krembangan Selatan, Kec. Krembangan
Jumat 17 Mei 2019
  • Jati Srono Tengah RW. 14, Kel. Ujung , Kec. Semampir 
  • Puri Lidah Kulon (Halaman Balai RW 3 Sepet Lidah KuIon), Kel. Lidah Wetan

Senin 20 Mei 2019
  • Kapasari Pedukuhan Timur 7, Kel. Tambakrejo, Kel. Simokerto 
  • Seruni, Kel. Ketabang, Kec. Genteng
Selasa 21 Mei 2019  
  • Depan Kantor Kelurahan Kedung Cowek, Kel. Kedung Cowek, Kec. Bulak 
  • Depan Kantor Kelurahan Tambak Sarioso
Rabu 22 Mei 2019  
  • Kedung Baruk Barat, Kel. Kedung Baruk, Kec. Rungkut
  • Perum Wisma Indah, Kel. Gunung Anyar Tambak, Kec. Gunung Anyar 
 Kamis 23 Mei 2019
  •  Lapangan Srikana, Karang Simo, Kel. Airlangga, Kec. Gubeng 
  • Halaman Kel. Gunungsari, 31. Gunungsari Indah

Jum'at 24 Mei 2019

  • Lapangan Balai RW 3, Kel. Medokan Semampir, Kec. Sukolilo 
  • Halaman Kantor Kel. Dukuh Sutorejo, Kec. Mulyorejo
Minggu 26 Mei 2019
  • Perlis Selatan RW IV, Kel. Perak Timur, Kec. Pabean Cantian 
  • Sepanjang Sidotopo Kidul RW 6, Kel. Sidotopo, Kec. Semampir
Senin 27 Mei 2019  
  • Taman Listiya, Kel. Bubutan, Kec. Bubutan 
  • Sono Indah IV - V, Kel. Sonokwijenan, Kec. Sukomanunggal
Selasa 28 Mei 2019 
  •  Tanjung Anom (Depan SMP 4), Kel. Genteng, Kec. Genteng 
  • Bulak Rukem Timur 1, Kel. Bulak, Kec. Bulak

Jalur Merr Mulai Tembus Ke Sidoarjo, Namun Bukan Untuk Sepeda Angin

Manunggal Media  - Pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya, semakin tahun semakin masif dan selalu bertambah. Hal ini terlihat pula pada pembangunan infrastruktur jalanan. Pada tahun ini Pemkot Surabaya juga telah menyelesaikan satu lagi ruas jalan baru, yaitu jalan Merr 2C.



Pembangunan Jalan Merr2C ini sejatinya sudah di mulai sejak tahun 2012 silam. Jalan yang kemudian di beri nama Jalan Soekarno ini menghubungkan kawasan Kenjeran hingga ke Jalan Pondok Chandra Kabupaten Sidorjo. Namun, proses pembangunan Jalan ini cukup memakan waktu. Hal ini di sebabkan oleh berbagai persoalan yang membelitnya, seperti kasus pembebasan lahan dan karena jalan ini melewati wilayah salah satu pengembang property di Surabaya Timur.

Pada Hari Kamis (9/05/2019) kemarin, Jalan Merr2C yang terletak di kawasan Gunung Anyar ini telah terhunung dengan Kabupaten Sidoarjo, meskipun hanya satu sisi saja. Sisi yang sudah bisa di lewati ini adalah arah dari Kota surabaya ke Sidoarjo/Jalan Tol Waru. Sedangkan arah sebaliknya masih belum bisa di lewati, karena masih dalam proses penancapan tiang pancang pada jembatan penghubungnya.



Meskipun masih terhubung satu situ saja, namun keadaan ini rupanya di sambut antusias oleh masyarakat. Terutama oleh para pekerja yang setiap harinya "melaju" di antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo ini. Hal ini tentunya bisa memangkas waktu tempuh mereka. Selain itu pembukaan Jalan Merr2C ini akan membuat beban jalan di kawasan Akhmad Yani akan berkurang. Terlebih bagi pengendara yang akan masuk Tol Waru-Juanda, mereka bisa langsung masuk Tol tanpa harus memutar dahulu ke kawasan Wiguna Gunung Anyar.

Namun hampir tuntasnya pembangunan Jalan Merr ini ternyata juga menimbulkan keresahan dari sebagian pihak. Terutama bagi mereka penggemar sepeda angin. Hal ini di picu oleh pernyataan Kabid Rekayasa Lalu Lintas Dishub, Irwan Andeska. Menurut Irwan, Jalan Merr bukan untuk sepeda angin. Karena rawan terjadi gesekan, sehingga akan menimbulkan kecelakaan bagi pengendara pesepeda itu sendiri.    



Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat, juga menjelaskan, bahwa status Jalan Merr ini adalah Arteri Primer. Dengan status tersebut, maka kecepatan kendaraan yang melintas adalah minimal 60km/jam. Status sebagai Jalan Arteri Primer ini tentunya memuat banyak regulasi, yang antara lain adalah :
  1. Jalan kategori arteri primer di rancang dengan kecepatan paling minimum 60 km/jam. Lebar jalan ini mempunyai luas 11 meter.
  2. Jalan kategori arteri primer berkapasitas lebih besar daripada volume lalu lintas yang ada di suatu kota.
  3. Jalan kategori arteri primer untuk lalu lintas jarak jauh tidak seharusnya terhambat
  4. Jalan kategori arteri primer di kawasan perkotaan tidak boleh terputus.

Berdasar aturan tersebut, maka sepeda di anggap tidak aman apabila lewat Jalan Merr. Hal ini juga terbukti dengan adanya 2 kecelakaan yang mengakibatkan korban 2 pesepeda angin, yaitu :
  1. Fredy Wibowo, yang merupakan warga Kalijudan, Surabaya. Beliau ditabrak oleh mobil Toyota Avanza dengan npmpr pilisi M 1474 HD.
  2. Lucky Martin (49) yang merupakan warga Medokan Ayu M 1H No 06, Surabaya. Pesepeda angin ini tewas setelah ditabrak oleh truk.
Namun tetap saja, aturan bahwa Jalan Merr bukan untuk pesepeda angin sangatlah memberatkan sebagian pihak. Apalagi di kawasan tersebut banyak juga Sekolah Menengah dan Sekolah Dasar yang muridnya masih menggunakan sepeda angin untuk berangkat sekolah. 


Mungkin yang paling tepat di sini adalah konsep Share The Road yang harus di laksanakan dengan baik. Dan semua pengendara harus menghormati hak pengendara yang lain, baik itu sepeda angin, mobil ataupun motor. Mari kita melakukan Safety Ridding di jalan manapun sehingga dapat menghindari terjadinya kecelakaan. (Yanuar Yudha).
 

KIM Kota Surabaya Punya Pemimpin Baru

Manunggal Media - Pada bulan April ini, negara kita sedang sibuk untuk menyelenggarakan pemilihan pemimpin bangsa. Di Kota Surabaya sendiri, selain pemilihan Presiden RI, Arek Arek Suroboyo yang tergabung di dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) juga melaksanakan pemilihan untuk memilih Ketua Forum KIM untuk periode tahun 2019-2021.



Perhelatan pemilihan Ketua Forum KIM Kota Surabaya ini telah di agendakan selama sebulan penuh lamanya. Hingga akhirnya pada hari Sabtu, tanggal 27/04/2019, sebanyak 150 Ketua KIM Se-Kota Surabaya di berangkatkan menuju lokasi pemilihan yang di laksanakan di Foresta Resort milik Perum Perhutani Jawa Timur. Lokasi ini berada di kawasan Prigen, Kabupaten Pasuruan.



Pada pemilihan tahun ini terdapat 4 kandidat yang akan di pilih untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Forum KIM Kota Surabaya. kandidat tersebut adalah :
  1. Yanuar Yudhatama yang merupakan Ketua KIM Manunggal Media Kel.Rungkut Menanggal
  2. Anis Sofyan (Topan), Ketua KIM Klasik Kecamatan Sukolilo
  3. Aminnullah (Amin Babe), Ketua KIM Mojo Kecamatan Gubeng
  4. Tri Eko Sulistiowati , M.Pd.I (Bunda Tri), Ketua KIM Bahari, Kelurahan Sukolilo Baru
Event Pemilihan Ketua Forum KIM Kota Surabaya ini di kemas dalam acara yang bernama Musyawarah KIM Kota Surabaya 2019. Event ini di laksanakan selama 2 tahunan dan sudah memasuki periode ke 2 dalam pelaksanaannya.

Pada pemilihan Ketua Forum KIM Kota Surabaya kali ini, ke -4 calon kandidat terlebih dahulu memaparkan visi dan misinya. Bagi kandidat yang berhalangan dan tidak bisa hadir,  mereka pemaparan visi dan misinya melalui vidio yang telah mereka rekam sebelumnya.



Setelah ke 4-kandidat ini memaparkan visi dan misinya, secara bergantian para anggota KIM seluruh Kota Surabaya memberikan suaranya. Pada pemilihan ini, tim panitia Musyawarah KIM Kota Surabaya 2019 telah menyiapkan model pemilihan berbasis teknologi 4.0. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mengggunakan salah satu aplikasi dari Goggle. Dengan cara ini ternyata, proses pemilihan bisa berlangsung cukup mudah, singkat dan nyaman. Bahkan hasilnya bisa langsung di ketahui saat itu juga. 

Setelah detik-detik yang menegangkan, akhirnya bisa di ketahui siapa sosok  Ketua Forum KIM Kota Surabaya. Sosok tersebut adalah Anis Sofyan (Topan) yang mempunyai suara sebesar 53.7%. Sedangkan kandidat yang lain, berhasil meraup suara sebesar 34.3% (Yanuar Yudhatama), Aminnullah (7%) dan Tri Eko Sulistiowati (5%).



Dalam sambutannya, Dra. Sri Puri Surjandari, M.Si, selaku Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Surabaya sangat meng-apresiasi kiprah KIM Kota surabaya selama ini. "KIM Surabaya sangat membantu tugas kami untuk melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat secara langsung, juga menyerap aspirasi masyarakat untuk kemudian di sampaiakn kepada kami" terang Puri. 

Selain dari Dinas Kominfo Kota Surabaya, acara Musyawarah KIM Kota Surabaya 2019 juga di hadiri oleh Kadi Riyanto selaku Community Development PT Smartfren Telecom Indonesia. Hadir pula dalam acara ini adalah, perwakilan KIM dari kota lain sebagai pemantau, yaitu Ketua Forum KIM Situbondo, Ketua Forum KIM Sumenep, Ketua Forum KIM Jatim dan pegiat KIM Sidoarjo. (Yanuar Yudha)

Pemprov Jawa Timur Gandeng Sosial Media Influencer Untuk Mengangkat Potensi Wisata

Manunggal Media - Media sosial adalah sarana yang paling tepat dan efektif untuk mempromosikan sesuatu. Hal ini rupanya juga mulai di sadari oleh para pemangku kebijakan yang ada di Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu Gubenur jawa Timur, Khofifah Indah Parawangsa berinisiatif untuk menggelar acara yang bertajuk Meet Up & Share Sosial Media Influencer 2019.


Event Meet Up & Share Sosial Media Influencer 2019 ini di gelar di halaman belakang Gedung Grahadi Kota Surabaya. Hadir dalam acara ini adalah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Surabaya, Komunitas Surabaya Digital City (SDC), Raka-Raki Jatim serta komunitas-komunitas lainnya di seluruh Jawa Timur. Meskipun acara baru di gelar pukul 16.00wib namun sejak pukul 15.00wib semua peserta sudah tampak memenuhi lokasi acara.

Tema dari acara Meet Up & Share Sosial Media Influencer 2019 ini adalah, guna meningkatkan peran serta masyarakat untuk turut mengembangkan potensi wisata yang ada di Provinsi Jawa Timur. Nara sumber yang hadir dalam acara ini adalah Suko Widodo dari Universitas Airlangga, Kepala Dinas pariwisata Provinsi Jawa Timur dan Wakil Gubenur Jawa Timur Emil Dardak. Hadir pula dalam acara ini 2 orang yang merupakan bintang tamu, yaitu Kades Mendak (Ibu Nur Cholifah), Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun dan Pak Ndul yang merupakan seorang youtuber.


Dalam sambutannya Wakil Gubenur Jawa Timur, Emil Dardak memaparkan, bahwa Sektor Pariwisata sudah seharusnya memanfaatkan industri 4.0. "Teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality sudah seharusnya di gunakan, terutama di arena pameran pariwisata seperti di The 20th Majapahit Internasional Travel Fair, Explore Tourism Village! mendatang" jelas Emil. Dalam kesempatan tersebut mantan Bupati Trenggalek ini juga menjanjikan 3 buah SmartPhone, bagi masyarakat yang bisa membuat vidio terbaik tentang wisata Watu Rumpuk yang ada di desa Mendak, Madiun.

Semua undangan yang hadir di acara Meet Up & Share Sosial Media Influencer 2019 ini juga mendapatkan beberapa sajian khas Jawa Timuran. Hidangan seperi Soto Ayam, Pecel Semanggi, Ketan Punel dan Kopi dari Kampung Kopi Kabupaten Pasuruan menjadi sajian khas yang menjadi favorit para undangan. Hidangan tersebut masih di tambah lagi dengan oleh-oleh dari Desa mendak berupa buah durian yang lasung di pecah di lokasi. (Yanur Yudhatama)



Mulai Tahun Ajaran Baru SMA dan SMK Bakal Gratis

Manunggal Media - Pendidikan adalah hak dari segala bangsa di dunia ini. jadi, semua warga negara yang berdiam di suatu negara manapun berhak untuk memperoleh pendidikan yang baik dan layak. Tak terkecuali Indonesia, khususnya Jawa Timur. Untuk itulah pada mulai tahun ajaran baru nanti, semua pendidikan pada jenjang SMA dan SMK bakal di gratiskan, namun bagaimanakah caranya untuk mendapatkan ...?



Sebagaimana telah di ketahui bersama, bahwasannya sejak tahun 2015, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) telah memberikan wewenang penuh kepada provinsi untuk mengambil alih kewenangan pendidikan SMA / SMK dari daerah (Kabupaten/Kota). Hal ini di perlukan agar tingkat dan kualitas pendidikan di Indonesia bisa semakin merata.

Proses pengambil alihan kewenangan pendidikan SMU ini tentu saja di barengi dengan berbagai resiko yang ada. Terutama resiko anak putus sekolah. Mengapa hal ini bisa terjadi..?. Karena menurut fakta yang ada, ternyata, sudah banyak SMU dan SMK di Jawa Timur ini yang kondisinya sudah gratis. Dengan adanya pelimpahan pengelolaan ke Provinsi, maka otomatis para siswa SMU dan SMK ini harus kembali membayarkan uang SPP mereka.



Kota Surabaya sendiri adalah kota yang telah mempunyai Program Pendidikan Gratis mulai tingkat sekolah Dasar Hingga SMA. Pada tahun 2015, ketika Kemendikbud mulai mengeluarkan peraturan bahwasannya pengelolaan SMA dan SMK di berikan kepada Provinsi, Kota pahlawan ini adalah kota yang paling lantang untuk menolak. Bahkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sampai harus menghadap ke Mahkamah Konstitusi pada tahun 2017. 

Tindakan Walikota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini tentu saja di dasarkan pada kondisi di Surabaya. "Surabaya ini masih mampu untuk membiayai anak-anak SMU dan SMK" terang Risma. Yang ada di benak Risma waktu itu adalah, akan muncul banyak sekali anak putus sekolah akibat pengambil alihan tersebut. Hal ini karena Provinsi dianggap tidak memiliki dana yang cukup guna mengelola SMA / SMK se-jawa Timur.



Permintaan Walikota Risma saat itu hanya satu, yaitu agar kabupaten/Kota yang mempu membiayaan pendidikan Gratis untuk anak sekolah setingkat SMA dan SMK supaya di berikan kelonggaran agar tetap di berikan kewenangan penuh. Namun sayangnya MK menolak langkah yang di lakukan oleh Walikota Risma dan Provinsi tetap di berikan kewenangan penuh untuk mengelola pendidikan SMA dan SMK. Dan akhirnya, para siswa harus kembali menyiapkan uang SPP setiap bulannya.

Pada tahun ajaran baru tahun 2019 ini, rupanya akan membuat senyum para wali murid anak-anak SMU dan SMK kembali mengembang. Hal ini dikarenakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bakal meng-gratiskan biaya pendidikan untuk pendidikan setingkat SMA dan SMK. Program ini sendiri adalah salah satu janji yang pernah di ucapkan oleh pasangan Gubenur dan Wakil Gubenur Jawa timur terpilih, Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Dardak.


Penegasan pelaksanaan Program Pendidikan Gratis bagi SMA dan SMK ini kembali di lontarkan oleh Wakil Gubenur Jawa Timur Emil Dardak pada  kunjungannya di Kabupaten Blitar kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Emik Dardak menegaskan bahwasannya saat ini telah di lakukan penghitungan ulang mengenai pembiayaan untuk sekolah SMA dan SMK Negeri se-Jawa Timur. 

"Yang pasti anggarannya akan di tambah, sehingga bisa meng-Gratiskan uang SPP untuk anak-anak SMA dan SMK" Terang Emil. Lantas bagaimanakah dengan SMA dan SMK swasta..?. Untuk sekolah swata, tetap akan di berikan anggaran tambahan khusus. "Jadi meskipun tetap membayar, besarannya tidak akan seperti sebelumnya, pasti akan berkurang, karena sudah ada anggaran yang kami berikan"lanjutnya. 


Deangan adanya Program Pendidikan Gratis untuk siswa tingkat SMA dan SMK ini, di harapkan mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Timur akan mampu meningkat dengan pesat. Selain itu harapannya adalah tidak ada lagi anak putus sekolah di usia wajib sekolah selama 12 tahun, yaitu mulai dari SD hingga SMA. (Yanuar Yudha)

Manunggal FanPage

Lapor Cak

Total Kunjungan