News Scroll

Pojok Rungkut

Seputar Surabaya

Kegiatan KIM

Umum

Manunggal Vlog

Jalur Merr Kembali Memakan Korban

Manunggal Media - Jalur Merr 2C yang terletak di kawasan Surabaya Timur ini rupanya masih menjadi jalur favorit bagi para pelaku kejahatan.  Untuk itu, pengawasan secara terpadu selama 24 jam sangatlan di butuhkan. Hal ini untuk menghindari korban luka/jiwa yang mungkin terjadi.

Satu kasus terbaru yang ada di jalan Merr 2C/ jalan Sukarno ini adalah kejadian yang menimpa seorang gadis  bernama Refina Nirmala. Kasus yang terjadi pada tanggal 7 Desember 2018 ini mengakibatkan lulusan Unair ini tidak sadarkan diri hingga saat ini (koma).


Saat ini pihak Kepolisian masih menyelidiki apakah kasus ini merupakan tabrak lari atau murni penjambretan. Karena memang, korban masih belum bisa di mintai keterangan.

Berdasarkan kronologis yang di ceritakan oleh kedua temannya, pada saat kejadian, mereka bertiga baru saja pulang dari Galaxi Mall Surabaya. Korban saat itu di bonceng oleh temannya. Tidak jauh dari Galaxi Mall tiba-tiba mereka merasa di dekati oleh pengendara motor lain. Dan tiba-tiba saja mereka seperti di tabrak, lalu pengendara yang menabrak langsung melarikan diri begitu mengetahui mereka terjatuh. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan Refina Nirmala menderita koma hingga sekarang.

Selain peristiwa di atas, Jalur Merr ini wajib mendapatkan perhatian yang serius dari pihak yang berwenang. Beberapa kali tindakan kejahatan terjadi di kawasan ini. (Yanuar Yudha)       

Waspadai Penyakit Yang Datang Bersamaan Dengan Ranumnya Buah Mangga

Manunggal Media - Selain memasuki musim penghujan, Kota Surabaya juga sedang memasuki musim buah mangga. Hampir di setiap deretan depan rumah warga tampak pohon mangga yang sedang berbuah dengan ranumnya. Mulai buah mangga jenis gadung, madu, maupun manalagi. Namun selain ras buahnya yang manis, ternyata buah mangga juga membawa efek samping yang membuat kita bisa terjangkit penyakit, yaitu hadirnya lalat.

Lalat yang muncul bersamaan dengan berbuahnya mangga ini memang sangat mengganggu. Biasanya lalat ini banyak beterbangan di sekitar tempat sampah , bahkan di tempat penjualan makanan jika tempat berdagangnya tidak bersih. Pertumbuhan lalat ini akan semakin banyak dan cepat setelah hujan turun. karena tanah akan menjadi basah dan lembab.


Kemunculan lalat ini akan bertambah parah jika kita menumpuk sampah basah di tempat terbuka. Hal inilah yang harus di hindari, karena kemunculan lalat ini selalu membawa penyakit bagi manusia. Mengapa lalat sangat berbahaya...?.  Hal ini di karenakan lalat membawa bakteri patogen di dalam paru-parunya. Jika lalat ini hinggap di makanan, maka bakteri ini akan keluar bersamaan air liur lalat. Selain itu lalat juga seringkali bengeluarkan kotoran di atas makanan. Bahkan lalat betina juga sering bertelur di atas makanan yang di hinggapinya. Hal inilah yang akhirnya bisa membuat manusia terkena penyakit.

Untuk menghindari terjangkitnya penyakit oleh lalat ini , maka lingkungan harus bersih dari sampah. (Yanuar Yudha)
 

Ayo Bantu Surabaya Untuk Men-Dunia (Lagi)

Manunggal Media - Sebagaimana kita ketahui bahwa pada 10 tahun belakangan ini prestasi Kota Surabaya semakin membanggakan. Berbagai prestasi baik tingkat nasional, maupun Internasional berhasil di sabet oleh Kota Pahlawan ini. Nah, kali ini Kota Surabaya akan berjuang untuk menjadi nomor satu dalam Guangzhou International Awards.

Guangzhou International Awards 2018 ini merupakan penghargaan untuk Kota Urban yang paling berinovasi. Tema yang di angkat oleh Kota Surabaya dalam tahun ini adalah " partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah demi Kota Surabaya yang lebih baik ". Kepesertaan Kota Surabaya dalam
Guangzhou International Awards ini merupakan yang ke-4 kalinya. Namun baru pada tahun ini Kota Surabaya berhasil masuk ke 15 besar.

Masuknya Kota Surabaya menjadi 15 besar ini tidaklah mudah. Karena untuk menjadi finalis, Kota Surabaya harus mengalahkan 193 kota dari 66 negara. Nantinya para finalis ini akan melakukan presentasi di hadapan 400 juri untuk menentukan pemenangnya. 



Sebagai warga Kota Surabaya yang bangga akan perkembangan kotanya, kita juga di harapkan turut berpatisipasi dalam ajang Guangzhou International Awards 2018 ini. Caranya cukup mudah, kita tinggal melakukan vote (klik) pada 15 finalis yang ada. Tentunya sebagai warga Kota Surabaya, kita mestinya mem-vote Kota Surabaya juga. 

Langkah-langkah untuk ikut berpartisipasi dalam Guangzhou International Awards 2018 ini adalah sebagai berikut :
  1. Buka link : http://vote.guangzhouaward.org/EN/vote.aspx
  2. Vote Kota Surabaya
  3. Vote dua kota lain - ketentuan vote memilih 3 kota (pilih dua kota lainnya pada peringkat paling bawah)
  4. Masukkan kode captcha (4 karakter)
  5. Klik Submit
  6. Ulangi setiap satu jam sekali 
Saat ini partisipasi warga Surabaya secara langsung sangtlah di butuhkan dengan vote Kota Surabaya. Saat artikel ini di tulis Kota Surabaya sudah berhasil menduduki peringkat pertama dari 15 finalis yang ada dengan nilai vote sebanyak 190195. Vote tersebut berhasil mengalahkan Santa Fe, Argentina; Sydney, Australia; Salvador, Brazil; Repentigny, Canada; Wuhan, China; Yiwu, China; Santa Ana, Costa Rica; Milan, Italia; Guadalajara, Mexico; Utrecht, Belanda; Kazan, Rusia; e-Thekwini, Afrika Selatan; Mezitli, Turkey; dan New York, Amerika Serikat.

Namun posisi pertama ini masih belum final, karena masih bisa di kalahkan lagi oleh vote dari negara lain. Oleh karena itu ayo kita vote Kota surabaya sebanyak mungkin agar kota kita semakin mendunia. Voting ini nantinya akan di tutup pada tanggal 7 Desember mendatang.  (Yanuar Yudha)

Bagaimanakah Posisi KIM..?, Sebagai Mitra, Bawahan Atau Sekedar Pelengkap Saja..?

Manuanggal Media - Sudah hampir lebih dari 10 tahun Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini terbentuk. Di Kota Surabaya sendiri perkembangan KIM terlihat sangat masif. Mulai dari kiprahnya yang semakin nyata di masyarakat, maupun dari jumlahnya yang hampir menjangkau semua Kelurahan yang ada di Kota Pahlawan ini. Targetnya memang sebelum akhir tahun ini, Kota Surabaya akan memiliki sebanyak 152 Kelompok Informasi Masyarakat.

Jumlah 152 KIM ini tentunya akan menjadi sangat berarti dan kegiatannya akan terlihat sangat nyata sekali di tengah-tengah masyarakat. Namun KIM bukan hanya ada di Kota Surabaya saja, melainkan sudah terbentuk juga di beberapa Propinsi di Tanah Air ini. Jika di jumlahkan tentu saja jumlah bisa mencapai ribuan KIM yang telah terbentuk.

Dengan jumlahnya yang sudah mencapai ribuan, harusnya KIM bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Namun sayangnya, masih banyak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang masih memandang sebelah mata mengenai keberadaan KIM.


Dari segi positioning, secara teori KIM harusnya bisa menjadi mitra pemerintah, terutama dalam hal penyebaran informasi kepada masyarakat secara luas. Nah, sebagai mitra, tentunya KIM bisa berjalan dan sejalan bersama dengan pemerintah baik pusat maupun daerah. Dengan kapasitas sebagai Mitra, harusnya KIM bisa mempunyai peran lebih dalam menentukan program/agenda yang akan di laksanakan. Bahkan juga bisa lebih mengetahui kebijakan tentang anggaran untuk pelaksanaan program KIM di lapangan.  

Namun kenyataannya, ada banyak KIM yang hampir tidak pernah di libatkan dalam penentuan program, apalagi dalam urusan anggaran. Meskipun itu hanya sebatas program untuk rencana KIM itu sendiri. Jadi mereka hanya sebatas di berikan undangan untuk menghadiri suatu acara yang sifatnya pembinaan. Padahal belum tentu pembinaan jenis tersebut yang di perlukan oleh KIM. Jadi tidak heran bila KIM yang memenuhi undangan tersebut hanya sedikit jumlahnya.

Solusinya adalah Pemerintah harus duduk bareng dengan KIM untuk menentukan arah dan tujuan KIM ke depan. Bahaslah kegiatan yang akan di lakukan bersama-sama tanpa ada kesan mendikte satu sama lainnya. Karena memang Pemerintah dan KIM harusnya berjalan seiring seirama dalam melakukan fungsinya. Terutama dalam hal penyebaran informasi sehat yang saat ini sangatlah di butuhkan oleh masyarakat di tengah-tengah gencarnya berita Hoax yang muncul. (Yanuar Yudha) 

Tulisan ini merupakan Opini Pribadi dari penulis.

Penulis merupakan :
Pengamat KIM Nasional
Anggota Forum KIM Kota Surabaya Devisi Pengelolaan Media Online
Admin Kabar Surabaya
Anggota Forum KIM Kecamatan Gunung Anyar Surabaya
Anggota KIM Manunggal Rungkut Menanggal Surabaya

Bekraf Festival, Seru - Seruan Di Pameran Yang Instagramable

Manunggal Media - SUPER DUPER KREATIF !!!, itulah gambaran acara yang sudah hampir semingguan ini di laksanakan di Kota Surabaya. Acara bagi arek-arek Suroboyo yang kreatif ini berhasil di laksanakan dan sukses mencuri perhatian masyarakat Surabaya maupun internasional. Event yang bertajuk Bekraf Festival ini benar-benar menjadikan Kota Surabaya semakin mendunia.

Gelaran Bekraft Festival ini sudah terasa gaungnya sejak hari Rabu (14/11/2018) dengan di bukanya acara Inno Creativision di Grand City Mall Surabaya. Ribuan anak muda tampak hadir memadati lantai 3 acara yang di buka langsung oleh Walikota Surabaya- Tri Rismaharini. Nara sumber yang di hadirkan dalam Inno Creativision day ini juga luar biasa, antara lain Chairul Tanjung (CT) , Dian Sastro Wardoyo, Achmad Zaki (CEO Bukalapak), Giring Nidji, Ernest dan masih banyak lagi lainnya. Dalam acara ini Risma berpesan agar anak muda Surabaya menjadi pemuda yang kreatif dalam segala hal. "Saat ini bukan jamannya mau kerja jadi PNS, anak muda harus menjadi pencipta lapangan kerja" pesan Risma.

Selain itu juga di lokasi yang sama juga di gelar Start Up Nation Summit  yang di hadiri oleh para peserta negara-negera dari luar negeri. Para pemimpin negara yang hadir ini memaparkan bagaimana perkembangan industri kreatif di negaranya.

Salah satu acara yang masih berlangsung sampai saat ini adalah Bekraf Festival. Acara ini berlangsung pada tanggal 16-17 November 2018 di Grand City Mall lantai 2 Surabaya. Bekraf Festival ini menjamin para pengunjung terkesima dan langsung jatuh cinta pada ruang pameran yang ada. Ruangan ini benar-benar di tata sedemikian rupa sehingga tampak Instagramable dan cantik untuk di jadikan object foto.

Kursi malas warna-warni tampak menghiasi hampir seluruh lantai di ruangan yang cukup lapang ini. Ruangan yang di desain dengan kreatif dan fun ini terdiri dari beragam tema kreatif. Yaitu  music, ruang gamers, konsultasi start up dan lain sebagainya. 

Bagi anda yang membawa anak, di sini ada pertunjukan layar kubah untuk melihat galaksi dan tata surya. Ada juga pembelajaran coding untuk membuat game dan juga arena animasi yang di desain semenarik mungkin.

Bagi anda penggemar musik jangan lewatkan penampilan grup musik papan atas seperti Andra And The Backbone dan lain sebagainya yang ada di kawasan outdoor Grand Citry Mall Surabaya. (Yanuar Yudha).

Chusniati Di Nobatkan Sebagai Pahlawan Lingkungan

Manunggal Media - Kota Surabaya mendapatkan sebutan sebagai Kota Pahlawan bukan tanpa sebab. Karena di kota inilah semangat para rakyat Surabaya dalam melawan penjajah berkobar cukup hebat. Semangat inilah yang kini tertancap erat di dada Arek-Arek Suroboyo. Meskipun saat ini perjuangannya bukan lagi melawan penjajah, namun banyak warga Surabaya yang masih berjuang demi hal lain. Seperti berjuang untuk menata lingkungan.

Salah satu pejuang lingkungan yang ada di Kota Surabaya ini adalah Chusniati. Sejak tahun 1991 beliau berupaya untuk membersihkan sungai di Kawasan Gunung Anyar Tambak sehingga saat ini bisa berkembang menjadi kawasan Wisata Mangrove yang cukup asri. Keuletan dari Chusniati ini kemudian membuat PLN membantunya dengan mendirikan Bank Sampah sehingga para nelayan selain mencari ikan juga turut mencari sampah di sekitar sungai. Kemudian sampah tersebut mereka jual ke Bank Sampah untuk biaya kehidupan sehari-harinya. Kegigihan Chusniati inilah yang akhirnya membuatnya di nobatkan sebagai Pahlawan Lingkungan oleh para pegiat lingkungan pada Hari Pahlawan lalu.

Acara penobatan Pahlawan Lingkungan ini di prakarsai oleh Komunitas Sea Soldier Surabaya. Bertempat di Gazebo Bank Sampah, komunitas yang di inisiasi oleh Nadine Chandradinata ini juga mengundang para pegiat lingkungan lain yang ada di Kota Surabaya ini. 

Satu-persatu dari para pegiat lingkungan ini memberikan paparan pada acara yang di gelar pada hari Minggu (11/10/201/) pagi. Beberapa pegiat lingkungan yang hadir dalam acara ini adalah Winardi dari Komunitas Peduli Sungai Surabaya. Dalam paparannya Winardi menjelaskan mengenai perannya dalam membenahi salah satu sungai yang ada di pinggiran kota surabaya. Dengan merangkul warga sekitar akhirnya sungai yang dulunya dangkal dan penuh sampah bisa menjadi bersih dan indah.

Selain pegiat lingkungan, seorang peneliti juga hadir dalam acar ini, yaitu Bapak Agustinus. Beliau ini berhasil menemukan alat yang bisa menghasilkan bahan bakar setara dengan premium dengan mengolah plastik bekas.

Agenda ini di tutup dengan penyusuran sungai yang menjadi Primadona dari serangkaian acara Penobatan pahlawan Lingkungan ini. (Yanuar Yudha)

Study Banding Seru Di Kampung Lawas Maspati Surabaya

Manunggal Besar - Proses pembelajaran yang lengkap tentunya harus ada kegiatan untuk melakukan Study Banding. Kegiatan ini di perlukan agar anak didik bisa belajar secara langsung penerapan atas ilmu yang di berikan oleh para pengajarnya. Hal ini seperti yang di lakukan oleh anak didik dari kawasan Wonowisata Bintang Mangrove Gunung Anyar Surabaya. 

Pada hari Minggu (04/11/2018) para anak didik dari program Labsite BP-PAUD dan Dikmas melakukan study banding ke kawasan Wisata Kampung Lawas Maspati Surabaya. Kawasan kampung ini di kenal berhasil membranding dirinya sebagai kawasan wisata tua yang ada di pusat Kota Surabaya. Tujuan daru Study Banding ini agar anak-anak didik nanti dapat melihat, apa saja yang menjadikan Kampung Lawas Maspati ini bisa terkenal, hingga ke luar negeri.
Rombongan anak didik dari Gunung Anyar ini tiba di kampung Maspati gang 5 tepat pada pukul 10.00wib. Rombongan ini kemudian di terima oleh pak Sabar, yang juga menjabat sebagai ketua RW setempat. Dalam paparannya, beliau mengajak agar anak-anak didik ini benar-benar mau berubah demi kemajuan kampungnya. " Ajaklah siapa saja yang mau berubah, bagi yang tidak mau berubah, tinggalkan saja, saya yakin kalau sudah ada hasilnya mereka pasti akan ikut " terang Sabar.


Selain Pak Sabar, anak-anak didik ini juga di pandu oleh seorang anak kecil berusi 7 tahun yang bernama ilen. Meskipun masih kelas 1 SD namun Ilen sangat fasih untuk menerangkan sudut-sudut kampungnya dengan menggunakan bahasa Inggris.

Di Kampung Lawas Maspati ini rombongan anak didik ini di ajak berkeliling mulai dari mengunjungi Rumah Tua 1907, Sekolah Tua dan beberapa lokasi lainnya seperti kebun cincau dan spot-spot foto selfie. 

Dari Study Banding ini, anak didik benar-benar memperoleh pelajaran yang sangat berharga. Bagaimana sebuah gang sempit, yang lebar jalannya mungkin hanya 3meter saja bisa menjadi ikon kunjungan wisata di Kota Pahlawan ini. 

Dalam akhir kunjungannya Pak Sabat menekankan bahwa anak-anak didik ini harus lebih berhasil daripada apa yang dia lakukan pada Kampung Maspati ini. "Kalian punya akses jalan yang bagus, kalian punya Mangrove yang cantik..mestinya kalian bisa lebih baik daripada ini". (Yanuar Yudha)  

Manunggal FanPage

Lapor Cak

Total Kunjungan