News Scroll

Pojok Rungkut

Seputar Surabaya

Kegiatan KIM

Umum

Manunggal Vlog

Kabar Surabaya - Tugas sesungguhnya dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Untuk itulah hubungan yang baik serta komunikasi yang lancar harus terus diupayakan agar tidak terjadi gap informasi diantara keduanya. 

Hal ini seperti yang dilakukan pada pembinaan KIM Kota Surabaya kali ini, yaitu dengan mengundang dinas-dinas yang selama ini banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pembinaan yang di langsungkan di ruang rapat Dinkominfo ini di laksanakan pada hari Rabu pagi pukul 10.00wib.



Salah satu narasumber yang di hadirkan untuk ber-audiensi oleh KIM Kota Surabaya ini adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Kehadiran dari Dinas yang bertugas mengatur kelancaran lalu-lintas ini ini di wakili oleh Bapak Dwija selaku kepala humas Dishub Kota Surabaya. Dalam paparannya Dwija menjelaskan tentang visi dan misi dari Dishub, serta peraturan-peraturan daerah mengenai ketertiban lalu-lintas yang telah dijalankannya.

Rupanya kedatangan Dishub Kota Surabaya ini sudah di nanti-nantikan oleh para pegiat KIM Kota Surabaya. Hal ini tampak dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dari para pegiat informasi ini. Beberapa pertanyaan yang muncul ini di antaranya mengenai Speedtrap, Parkir Liar dan Suroboyo Bus. 

Berikut penjelasan Dwija kepada para pegiat KIM Kota Surabaya mengenai pertanyaan-pertanyaan yang di tujukan kepadanya. 



Speedtrap

Mengenai Speedtrap, sempat muncul pertanyaan mengenai ketinggian speedtrap/pita pengaduh yang terlalu tinggi. Hal ini akan coba di koordinasikan kembali dengan mencermati speedtrap yang telah ada. Nanti akan di lihat kembali mengenai ketinggian dan kerapatan jarak antar garis, sehingga apabila di lewati dengan kecepatan normal, tidak akan membahayakan pengendara kendaraan bermotor.

Persoalan Parkir

Ternyata banyak sekali keluhan masyarakat mengenai kondisi perparkiran yang ada di Kota Surabaya. Beberapa pelanggaran tentang parkir yang ada adalah :
  • Pengendara tidak di berikan karcis parkir.
  • Pengendara di berikan karcis bekas
  • Di berikan karcis parkir namun di tarik biaya yang tidak sesuai dengan yang tertera di karcis
  • Pengendara di arahkan oleh jukir ke lokasi parkir terlarang (terdapat rambu larangan berhenti atau larangan parkir)
  • Jukir meminta kembali karcis parkir yang sebetulnya telah menjadi hak dari pengendara.


Menanggapi keluhan mengenai perparkiran ini Dwija memberikan solusi yang sangat sederhana, yaitu masyarakan bisa langsung menghubungo Command Center 112 jika mendapati kecurangan mengenai retribusi parkir. Dwija menjamin setelah di hubungi, petugas dari Dishub akan langsung meluncur dalam waktu tidak lebih dari 15menit. Para jukir nakal ini nantinya akan di berikan sanksi dengan mencabut KTP yang di milikinya. "Anda bisa membuktikan sendiri nanti, kalau memang menemukan kecurangan parkir, silahkan hubungi 112" jamin Dwija.

Suroboyo Bus

Mengenai Suroboyo Bus, KIM Manunggal Media memberikan masukan mengenai informasi tentang jadwal kedatangan Suroboyo Bus di setiap halte. Mengenai hal tersebut, Dwija mengungkapkan bahwa kedepan setiap halte akan di berikan teknologi waiting time. Teknologi ini akan me memberikan waktu yang akurat tentang kedatangan Suroboyo Bus pada setiap halte yang akan di singgahinya. "Suroboyo Bus ini telah di lengkapi dengan GPS jadi nanti akan memberikan umpan sinyal waktu kedatangan di setiap halte bus yang akan di singgahinya" jelas Dwija. Hal ini akan di lakukan secara bertahap.


Kedatangan Dishub Kota Surabaya ini benar - benar memberikan sinyal positif mengenai keterbukaan informasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat. Di harapkan dengan intens-nya pertemuan yang ada, maka persoalan-persoalan yangmuncul di masyarakat dapat terselesaiakn dengan baik. Dan tugas KIM Kota surabaya yang kemudian bertuga untuk men-sosialisasikan apa yang telah di dapatkan dari pertemua ini kepada masyarakat secara luas. (Yanuar Yudha)   

M. Fikser : Model Komunikasi dan Informasi Ke Masyarakat Masih Terlalu Kaku..!!!

Manunggal Media - Di era keterbukaan informasi ini, Dinas Komunikasi dan Informatika adalah salah satu dinas yang memegang peranan penting dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu sinergitas dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang selama ini telah menjadi patner dari Dinkominfo harus lebih di per-erat lagi.

Hari Sabtu rupanya masih menjadi hari aktif bagi staff Dinkominfo Kota Surabaya. Seperti hal-nya pada hari Sabtu tanggal 23/02/2019 lalu. Bertempat di Ruang Rapat Diskominfo Kota Surabaya Lt. IV,  Kantor Pemkot Surabaya, sebanyak delapan orang pengurus Forum KIM Kota Surabaya hadir untuk bertemu dengan staff Dinkominfo yang di pimpin langsung oleh Plt.Kepala Dinas Kominfo, M. Fixer.


Pertemuan yang di mulai pada pukul 12.00wib ini berlangsung secara hangat dan sangat bersahabat. Selain memperkenalkan diri sebagai Plt.Kepala Dinas Kominfo, M.Fikser juga ingin mendengarkan secara langsung bagaimana kiprah KIM selama ini dalam aktifitas kesehariannya. "Dari berbagai masukan yang saya dapatkan sebelumnya, kiprah KIM ini sangatlah penting untuk penyebaran informasi kepada masyarakat" papar M.Fixer. "Nantinya kita akan mengembangkan kiprah KIM dengan beragam potensi besar yang di milikinya, sehingga dapat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat" sambungnya.

Selama dua pekan bertugas , M.Fixer sudah mulai memetakan permasalahan yang ada pada dinas yang di pimpinnya. Mulai dari penampilan website Kominfo yang di nilai kurang nyaman di akses maupun cara-cara penyebaran informasi yang selama ini di lakukan oleh Dinkominfo. "Model komunikasi dan informasi yang Kominfo lakukan ke masyarakat masih terlalu kaku..!!!, sudah enggak jamannya lagi seperti itu " jelasnya. 
 

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Humas Pemkot Surabaya ini juga berencana untuk memanggil beberapa dinas terkait, untuk di pertemukan dengan Pengurus Forum KIM Kota Surabaya. Hal ini perlu di lakukan, agar informasi dan keluhan yang ada di masyarakat bisa segera terselesaikan dengan baik. Dari pertemuan kemarin, sudah ada beberapa dinas yang akan di undang, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,PD Pasar, PLN serta PDAM. 

M.Fixer juga mengapresiasi beragam media yang telah di miliki oleh KIM Kota Surabaya. Mulai dari blog, Instagram dan fanpage yang telah memiliki ribuan folower. "Kekuatan media inilah yang kami harapkan agar semua program-program pemerintah bisa tersampaikan dengan baik ke masyarakat".  Dalam kesempatan ini beliau juga berjanji untuk membuka akses kepada anggota KIM Kota Surabaya untuk melakukan liputan-liputan di setiap event Kota Surabaya. (Yanuar Yudha)
   

Serba-Serbi Pemilu Serentak 2019

Manunggal Media - Indonesia adalah salah satu negara yang menganut sistem Presidensial. Sistem Presidensial ini membuat sosok Presiden memiliki peran yang lebih besar di dalam pemerintahan. Hal ini di karenakan Presiden menjadi penyelenggara negara. Sehingga Presiden mempunyai peran sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Keadaan ini membuat Presiden tidak di pilih oleh parlemen, namun di pilih langsung oleh rakyat. Oleh karena itu, partisipasi rakyat sangat di butuhkan untuk memilih Presiden, seperti yang akan di lakukan pada 17 April 2019 mendatang.



Berdasarkan data yang ada, Pemilihan Umum serentak 2019 ini merupakan sistem pemilu yang pertama kali di selenggarakan di Indonesia. Karena dalam waktu yang bersamaan, rakyat akan memilih secara langsung para pemimpin - pemimpinnya, yaitu :
  1. Calon Presiden dan Wakil Presiden
  2. Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
  3. Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi
  4. Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten dan Kota
  5. Calon Dewan Perwakilan Daerah   
Hal inilah yang ternyata belum di ketahui oleh banyak masyarakat. Bahwa nantinya masyarakat akan memperoleh 5 surat suara ketika memasuki bilik suara. Surat-surat suara ini nantinya akan di bedakan berdasarkan warnanya, yaitu :
  1. Surat Suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden berwarna Abu - Abu
  2. Surat Suara untuk memilih DPR RI berwarna Kuning
  3. Surat Suara untuk memilih DPRD Provinsi berwarna Biru
  4. Surat Suara untuk memilih RPRD Kabupaten / Kota berwarna Hijau
  5. Surat Suara untuk memilih DPD RI berwarna Merah

Sedangkan untuk partai politik yang lolos verifikasi dari KPU dan berhak untuk menjadi peserta dalam Pemilu Serentak tahun 2019 adalah sebagai berikut :
  1. Partai Amanat Nasional 
  2. Partai Berkarya
  3. PDI Perjuangan
  4. Partai Demokrat
  5. Partai Gerindra
  6. Partai Gerakan Perubahan Indonesia
  7. Partai Golkar
  8. Partai Hanura
  9. Partai Keadilan Sejahtera
  10. Partai Kebangkitan Bangsa
  11. Partai Nasional Demokrat
  12. Partai Persatuan Indonesia
  13. Partai Persatuan Pembangunan
  14. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
  15. (19) Partai Bulan Bintang
  16. (20) PKPI
Jumlah partai ini kemudian di tambah lagi dengan 4 partai lokal dari wilayah Aceh. 
  1. Nomor urut 15: Partai Aceh 
  2. Nomor urut 16: Partai SIRA 
  3. Nomor urut 17: Partai Daerah Aceh 
  4. Nomor urut 18: Partai Nangroe Aceh


Tujuan dari pemberian dan perbedaan warna dari Surat Suara ini sangatlah penting agar mempermudah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pada saat pencoblosan nantinya. Hal ini juga sebagai bentuk pendidikan politik kepada masyarakat luas. Aturan perbedaan warna ini tertuang dalam Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nomor 1944/PL.02-Kpt/01/KPU/XII/2018, mengenai desain surat suara dan desain alat bantu coblos (template) bagi pemilih tunanetra pada Pemilu Tahun 2019. 

Bagi penyandang tuna netra nantinya akan di berikan pula surat suara yang telah di lengkapi dengan huruf Braile. Hal ini di lakukan untuk mewadahi para penyandang disabilitas dalam hal berpolitik.

Pemilihan Umum pada tanggal 17 April 2019 mendatang sangatlah menentukan bagaimana nasib bangsa ini kedepannya. Jadi nasib bangsa ini ada di tangan kita sebagai rakyatnya. Oleh karena itu, ayo kita ramai - ramai unruk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sekitar lingkungan tempat tinggal ada. Gunakanlah hak suara anda untuk memilih pemimpin yang akan membawa Indonesia lebih baik lagi dalam 5 tahun mendatang. Jangan Golput karena Golput bukanlah pilihan. (Yanuar Yudha) 

Jalur Merr 2C Gunung Anyar Menyisakan Lahan Puri Mas

Manunggal Media - Pembangunan infrastruktur jalan di era Walikota Surabaya Tri Rismaharini berjalan cukup pesat. Salah satunya adalah infrastruktur jalan raya. Hal ini di pandang cukup penting mengingat pertumbuhan kendaraan pada setiap tahunnya semakin besar. Jika keadaan tersebut tidak di imbangi dengan pertumbuhan jalan, maka dalam waktu 2 tahun Kota Surabaya sudah akan macet di mana-mana. Salah satu jalan yang saat ini di kebut pengerjaannya adalah Jalan Merr 2C Gunung Anyar.


Kawasan Gunung Anyar merupakan kawasan yang saat ini perkembangannya cukup pesat. Dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini telah banyak infrastruktur yang terbangun di sini. Infrastruktur yang saat ini masih dalam pengerjaan adalah penyelesaian Jalan Merr 2 C Gunung Anyar.

Penyelesaian jalur Merr 2C Gunung Anyar ini di pandang cukup penting. Karena dengan jalur inilah arus lalu-lintas dari Kota Surabaya ke Kota Sidoarjo begitu juga sebaliknya dapat berjalan dengan lancar. Hal ini akan meringankan beban jalan Merr (Jl. Sukarno) yang saat ini kondisinya telah padat apabila jam berangkat dan jam pulang kerja.

Dari pemantauan di lapangan, saat ini pembangunan fisik dari jalan Merr 2C ini sudah hampir rampung. Tinggal menyelesaikan pengaspalan jalan yang melewati kawasan perumahan Puri Mas saja. Bahkan di semua jalur sudah terlihat di pasang tiang-tiang lampu untuk penerangan jalan. Di sebagian jalur juga sudah di lakukan penanaman tanaman oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH)

Apabila cuaca mendukung, maka di pastikan pada bulan maret mendatang, jalur Merr 2C ini akan bisa segera di gunakan oleh masyarakat. (Yanuar Yudhatama)

Jatim Tertinggi Kasus Demam Berdarah, Risma Siagakan Pasukan

Kabar Surabaya - Musim penghujan sangat identik dengan genangan dan banjir. Genangan air yang terjadi dalam kurun waktu yang lama, tentunya selalu menghasilkan bibit-bibit penyakit. Salah satu penyakit yang di takuti pada saat musim penghujan seperti ini adalah DBD, yaitu Demam Berdarah Dengue. 

Pada awal tahun 2019 ini Jawa Timur mendapatkan gelar yang sangat menyeramkan, yaitu menjadi provinsi yang terbanyak terjadi kasus Demam Berdarah. Menurut catatan terakhir yang masuk ke redaksi, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue saat ini sudah mencapai hampir 4000 orang. Bahkan yang meninggal sudah menyentuh angka 55 orang. Namun meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih belum menaikkan kasus DBD ini menjadi Kasus Luar Biasa (KLB).

Lantas bagaimanakah dengan keadaan Kota Surabaya sendiri..?. Ternyata, meskipun Provinsi Jawa Timur telah di tetapkan sebagai Provinsi tertinggi dalam penderita DBD, keadaannya berbading terbalik dengan Kota Surabaya. Bila pada bulan Januari 2018 lalu, terjadi 43 kasus Demam Berdarah dengan 1 orang meninggal, pada bulan yang sama tahun 2019 tercatat angka penderita DBD adalah 23 orang dan 0 orang meninggal. Berarti terjadi penurunan sebanyak 50% penderita Demam Berdarah. 


Meskipun telah terjadi penurunan angka penderita Demam Berdarah, namun hal ini tidak membuat Walikota Surabaya Tri Rismaharini merasa senang. Bahkan Walikota perempuan pertama di Surabaya ini merasa perlu untuk merapatkan barisan guna menanggulangi wabah DBD ini. Hal ini seperti yang di lakukannya pada hari Jum'at tanggal 1 Februari 2019 lalu. 

Sebanyak 5000 lebih pasukan, atau yang di sebut kader ini di kumpulkan di lapangan Thor guna mendapatkan pengarahan. Kader yang hadir ini terdiri dari Ibu Pantau Jentik (Bumantik), Rumantik (Guru Pemantau Jentik), Wamantik (Siswa Pemantau Jentik), LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) dan pihak Kecamatan. "Saya yakin angka ini (23)  masih bisa di tekan, saya juga tidak ingin ada lagi korban meninggal di Kota Surabaya akibat dari DBD ini" tegas Risma. 

Keseriusan Risma ini di tampak dengan di hukumnya 2 orang camat yang wilayah Kecamatannya mempunyai angka tertinggi dalam kasus Demam Berdarah. Kedua Kecamatan itu adalah Kecamatan Tandes dan Kecamatan Wonokromo. Kedua camat ini lantas di "hukum" berdiri sepanjang apel akbar di depan Walikota Surabaya. 


"Kalau ada seorang ayah yang meninggal karena Demam Berdarah, maka seorang Ibu akan menghidupi keluarganya sendirian, tentu hal itu sangat memberatkan, bisa-bisa nanti anak-anaknya putus sekolah, ini yang menjadikan kita sebagai pemimpin berdosa" jelas Risma dalam pidatonya. "Untuk itulah kita harus mampu membantu masyarakat untuk melawan DBD ini..".

Ada beberapa langkah-langkah yang bisa masyarakat lakukan untuk mencegah penyebaran dari penyakit Demam Berdarah Dengue ini, yaitu :
  1. Menguras dan Menyikat bak mandi minimal 1 minggu sekali, karena nyamuk DBD ini sering bertelur pada air bersih yang menggenang.
  2. Tutup rapat semua tempat penampungan air
  3. Daur ulang semua barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD
  4. Bekerjasama dengan Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
  5. Segera laporkan kepada RT/RW apabila ada tetangga yang terkena DBD agar bisa segera di lakukan foging di lingkungan anda.
 Untuk gejala dari Demam Berdarah ini sendiri adalah :
  1. Demam tinggi tanpa sebab selama 2-7 hari
  2. Muncul bintik merah pada kulit
  3. Otot/sendi terasa nyeri
  4. Merasa pusing, mual,muntah dan nyeri pada ulu hati
  5. Terjadi mimisan dan pendarahan pada gusi. (Yanuar Yudhatama)

Situs Gunung Anyar Akan Di Lengkapi Dengan Taman Bunga

Manunggal Media - Ternyata, masih banyak warga Kota Surabaya sendiri yang belum mengetahui kalau nama kampung Gunung Anyar itu berasal dari situs Gunung Anyar yang ada di tengah-tengah perkampungan tersebut. Situs Gunung Anyar yang ada di Kecamatan Gunung Anyar ini adalah gundukan tanah seluas kurang lebih 1 hektar dengan ketinggian sekitar 5 meter.

Situs Gunung Anyar ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu gundukan tanah dan tanah lapang yang biasanya di gunakan untuk bermain bola oleh anak-anak kampung di sekitar gunung. Gundukan tanah ini di tumbuhi oleh kaktus pada sekelilingnya. Kaktus ini sangat lebat, dan sangat rimbun, sehingga membuat gunung anyar ini terlihat tertutup jika di lihat dari bawah.

Tanah di situs Gunung Anyar ini merupakan jenis tanah lumpur berwarna kuning kecoklatan. Dan menurut salah satu warga di kawasan ini, hingga saat ini warga di sekitar gunung tidak ada yang berani mengambil tanah dari Gunung Anyar ini. 'Isok sawanen mas" terang salah satu warga sekitar.


Sejak adanya pembangunan jalur Merr 2C ini, situs Gunung Anyar nantinya akan mudah untuk di akses masyarakat. Hal ini karena jalur Merr 2C yang baru di bangun ini nantinya akan berada tepat di sisi dari Gunung Anyar ini. Sehingga para pengguna Jalan Merr 2C ini akan dengan mudah melihat situs Gunung Anyar dari jarak dekat.

Pada tahun ini, Pemerintah Kota Surabaya akan menata situs Gunung Anyar ini. Penataan ini akan di lakukan dengan cara pembangunan Taman di situs Gunung Anyar tersebut. Pembuatan taman ini nantinya akan di lakukan langsung oleh Dinas Kebersihan dan Riang Terbuka Hijau Kota Surabaya (DKRTH)

Nantinya taman di situs Gunung Anyar ini akan berupa taman aktif, yaitu taman yang memungkinkan warga untuk beraktifitas di dalamnya. Selain itu akan di bangun juga lokasi parkir yang memadai, sehingga para pengunjung akan leluasa untuk menikmati situs Gunung Anyar ini. 

Pembangunan taman Gunung Anyar ini tidak terlepas dari permintaan warga sekitar Gunung Anyar tersebut, Permintaan ini di salurkan lewat Musrembang tahun 2018 lalu. Meskipun bergitu, sejatinya proyek pembangunan taman di situs Gunung Anyar ini pernah di lontarkan oleh Walikota Surabaya pada 2012 silam. Namun entah mengapa proyek ini baru akan di laksanakan pada tahun ini. 

Dengan pembangunan taman di situs Gunung Anyar ini, di harapkan dapat menambah jujukan wisata bagi warga Kota Surabaya. Selain itu di harapkan perekonomian warga sekitar juga ikut terangkat. (Yanuar Yudha)    

Manunggal FanPage

Lapor Cak

Total Kunjungan