News Scroll

Pojok Rungkut

Seputar Surabaya

Kegiatan KIM

Umum

Manunggal Vlog

Cara Mencatat Meter PDAM Mandiri Lewat HP

Manunggal Media - Beberapa waktu lalu ada berita termuat di media massa bahwa ada banyak warga yang terkejut di karenakan tagihan air dari PDAM naik sangat tinggi. Biasanya yang setiap bulannya hanya membayar sekitar 200-ribu, ternyata pada bulan ini tagihannya melonjak ke angka jutaan rupiah.

Menanggapi hal tersebut, pihak PDAM Surya Sembada selaku perusahaan pemasok air di kota Surabaya ini memberikan tanggapannya. Hal ini biasanya terjadi karena adanya selisih dari angka meter yang di catat oleh petugas catat meter dengan pemilik hunian yang mencatat nomornya sendiri.

Memang, saat ini pihak PDAM melarang warga untuk mencatat sendiri nomor meter PDAM-nya. Karena PDAM sudah mempunyai petugas catat meter yang selalu berkeliling ke rumah-rumah seriap harinya. Namun hal ini bukan perkara mudah, karena tidak setiap rumah yang di datangai oleh petugas ada penghuninya. Ada kalanya pagar depan rumah tertutup, sehingga petuga tidak bisa melakukan tugasnya. Biasanya kalau sudah begini, tagihan air akan di dasarkan pada rata-rata seperti pada bulan-bulan sebelumnya.
Nah, untuk mengantisipasi kesalahan yang akhirnya membebani pelanggannya, PDAM telah mengembangkan aplikasi yang bisa di gunakan warga Surabaya untuk mencatat sendiri angka pada meter PDAM-nya. Ternyata caranya sangatlah mudah.

Begini cara mencatat meter PDAM secara mandiri :    

1. Instal Aplikasi PDAM Surabaya lewat Playstore

Pada saat membuka aplikasi pertama kali, anda akan di minta untuk mengisi nomor rekening PDAM, Nomor Telephone dan alamat rumah.

2. Pada tampilan Layanan yang anda butuhkan pilih "Layanan Pelanggan"

3. Pada tampilan Layanan Pelanggan, pilih "Catat Mandiri" 



4. Setelah itu akan muncul tampilan berupa foto untuk memfoto angka meter PDAM dan juga kolom untuk menuliskan secara manual.

Setelah di foto, data angka meter ini otomatis akan terkirim ke PDAM. Pastikan anda sudah meng-aktifkan fitur "Posisi/GPS" pada android anda sebelum membuka aplikasi ini.    

Setelah KIM Terbentuk..., Lalu Apa...?

Manunggal Media - Sebagaimana kita ketahui bersama bahwasannya KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) merupakan reinkarnasi daripada Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pemirsa). Kelompencapir ini di bentuk pada era orde baru dibawah kepemimpinan Bapak Soeharto. Anggota dari Kelompencapir ini adalah para petani dan nelayan dari berbagai perwakilan darah.

Meskipun Kelompencapir ini hidup di zaman orde baru, namun keberadaan mereka sangat di apresiasi oleh pemerintah, baik di tingkat daerah hingga pemerintah pusat. Di sini peran pemerintah terhadap kelompok ini sangartlah jelas, maka tidak heran apabila pada tahun 1984 Program Kelompencapir ini mendapatkan penghargaan dari FAO.   

Informasi yang di berikan oleh Kelompencapir kepada masyarakat itu adalah info-info seputar pertanian dan perikanan. Jadi semacam penyuluhan disekitar masyarakat desa. Dan secara rutin mereka di adu kreativitasnya dalam suatu acara yang di siarkan secara rutin di TVRI.

Ketika masa reformasi tiba, keberadaan Kelompencapir ini dihilangkan, seperti halnya hilangnya Departemen Penerangan yang sangat terkenal dengan sosok Bapak Harmoko-nya.

Pada tahun 2001 pemerintah kembali menghidupkan Departemen Penerangan dengan nama baru, yaitu Kementrian Komunikasi dan Informatika. Pada era inilah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) mulai dibentuk. Keberadaan KIM sendiri tertuang dalam Permen Kominfo RI 08/per/m.kominfo/6/2010. Dalam aturan ini fungsi dari KIM sangat tertera jelas, yaitu :
  • Mewujudkan jejaring diseminasi informasi nasional;
  • Mendorong partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan pembangunan serta sebagai upaya meningkatkan nilai tambah;
  • Mendorong peningkatan kualitas media massa dan kecerdasan publik dalam mengkonsumsi informasi dan
  • Membangun masyarakat informasi
Dengan Permen tersebut sudah sangat terlihat dengan terang-benderang bahwa KIM harus dan hanya bergerak dalam bidang informasi. Tujuannya mengumpulkan informasi dan men-diseminasikan kepada masyarakat yang ada di sekitarnya. 

Apa Yang Harus Di Miliki Oleh KIM..?

Dengan fungsi sebagai agen informasi, lantas apa yang harus KIM laksanakan dan perbuat...?. Ini yang sepertinya kurang jelas. Ini yang didalam Permen tersebut kurang gamblang untuk pelaksanaannya. Sebagai penyebar informasi apakan KIM harus mendirikan media massa...?. Apakah KIM harus mempunyai banyak kader penyuluh di lapangan...? atau apakah KIM harus mempunyai website/blog sebagai wadah media-nya...?.

Ketidakjelasan inilah yang akhirnya menyebabkan perkembangan KIM sangat lambat dan tidak merata ke seluruh Tanah Air. Padahal Permen Kemkominfo tersebut sudah keluar sejak 8 tahun yang lalu.

Pertumbuhan KIM Di Kota Surabaya

Di Kota Surabaya sendiri, pertumbuhan KIM bukan hanya pernah lambat, namun juga pernah salah arah. Saya sendiri masih ingat ketika bergabung dengan KIM, para Staff dari Dinas Kominfo masih berpandangan bahwa KIM adalah para pelaku UMKM. Kami masih beruntung ada Bapak Zainal Arifin Emka, salah satu dewan juri pada acara Lomba Cerdik Cermat (LCCK)  yang kemudian secara perlahan kembali mengarahkan KIM ke jalurnya yang benar sebagai agen informasi. 

Setelah kembali ke jalurnya, akhirnya pada 2 tahun belakangan ini saya bersama teman-teman pengurus Forum KIM Kota mulai tancap gas untuk meng-inisiasi terbentuknya KIM di seluruh Kelurahan yang ada di Kota Surabaya. Bukan pekerjaan mudah, karena Surabaya mempunyai 154 Kelurahan, yang berarti kami harus membentuk 154 KIM. Alhamdullilah 154 KIM ini sudah hampir terbentuk seluruhnya.     

Surat Keputusan, Siapa Yang Mengesahkan..?

Setelah KIM terbentuk, timbul permasalahan yang lain, siapakah yang akan melegalkan kelompok atau organisasi ini..?. Untuk hal dasar seperti ini saja, tidak ada kesamaan antar KIM satu dengan lainnya di berbagai daerah. Ada di suatu Kota/Kabupaten yang Surat Keputusannya (SK) di tandatangani oleh Lurah, Ada yang di tandatangani oleh Bupati/Walikota, malah ada daerah tertentu yang SK-nya di tandatangani oleh seorang Gubenur. Mengapa ini sangat penting..?. Karena hal ini ternyata berpengaruh kepada pemahaman kepala pemerintah daerah terhadap KIM itu sendiri. Hal ini seperti terjadi di Kota Surabaya tahun lalu di mana pada saat-saat awal kami ingin membentuk KIM di suatu Kelurahan..banyak Lurah yang bertanya..."KIM itu Apa"...?. Kedepan pihak Kementrian harus memberikan kejelasan, siapa yang harus bertanda-tangan di SK KIM yang telah terbentuk. 

Meskipun terlihat sepele, namun tanda-tangan pemerintah daerah inilah yang akan menentukan di mana posisi KIM ini akan di letakkan. Selain itu juga akan mempengaruhi sampai dimana pengetahuan Pemerintah daerah akan pentingnya KIM. Hmmm, penting atau tidak ya...???. Sekedar di ketahui saja, sampai saat ini KIM Kota Surabaya juga belum mendapatkan pengakuan dari Walikota Surabaya. Meski begitu, kami para pegiat KIM tidak berhenti begitu saja. Kami akan terus berjuang hingga 154 Kelurahan terbentuk.

Pentingnya Verifikasi AD/ART KIM 

KIM adalah organisasi sosial yang mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART). Dengan banyaknya KIM yang tersebar di seluruh Indonesia, apakah Kementrian Kominfo sudah melakukan verifikasi secara keseluruhan...?. Jangan sampai KIM di susupi atau ber-afiliasi dengan sengaja dengan Organisasi Terlarang ataupun Partai Politik tertentu. Apakah ini mungkin...?. Tentu saja sangat mungkin, mengingat KIM di bentuk oleh warga setempat dan memiliki pengaruh yang besar terhadap lingkungannya. 

Bukan tidak mungkin nanti ada pihak tertentu yang menawarkan beragam fasilitas/dana untuk menitipkan maksud-maksud tertentu yang membahayakan kesatuan bangsa dan negara. Hal ini mengingat KIM di bentuk atas dasar kesukarelaan dan dana dari masing-masing anggotanya. Pada setiap kesempatan Zaenal Arifin Emka sering menyindir pemerintah yang terlihat agak acuh dengan keberadaan KIM. "KIM ini sangat luar biasa, mereka selama hampir 8 tahun bisa jalan tanpa dana dari pemerintah" jelas Zaenal.  "Namun untuk kedepan haruslah di berikan sedikit insentif untuk mereka, mengingat operasional pengelolaan  KIM seperti website, pulsa, transportasi ke berbagai tenpat juga butuh dana" tegasnya. (Yanuar Yudha)

Tulisan ini merupakan Opini Pribadi dari penulis.

Penulis merupakan :
Anggota Forum KIM Kota Surabaya Devisi Pengelolaan Media Online
Admin Kabar Surabaya
Anggota Forum KIM Kecamatan Gunung Anyar Surabaya
Anggota KIM Manunggal Rungkut Menanggal Surabaya
   

Mengenal Kegunaan Dari SWDKLLJ Yang Tertera Di STNK

 Manunggal Media - Bila kita mengalami kecelakaan lalu-lintas, dan harus masuk ke rumah sakit unruk mendapatkan perawatan, pertama yang kita pikirkan lebih dahulu adalah berapa biayanya. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat biaya perawatan di suatu rumah sakit tidaklah murah. Biasanya kebanyakan orang akan langsung mengingat apakah sudah memiliki asuransi BPJS atau belum. Padahal bagi anda pemilik kendaraan yang setiap tahun selalu membayar pajak STNK, anda tidak perlu khawatir masalah asuransi. Karena anda sudah otomatis mendapatkan asuransi dari Jasa Raharja.

Besaran nilai asuransi jasa Raharja yang telah anda bayar setiap setahun sekali dapat di lihat pada kolom SWDKLLJ yang ada di lembaran STNK. SWDKLLJ ini sendiri adalah kependekan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Kata Wajib di situ menjelaskan bahwa asuransi ini memang telah melekat dengan pembayaran pajak yang kita lakukan tiap tahunnya. Namun sayangnya banyak masyarakat yang tidak mengerti / lupa bila mereka telah mempunyai asuransi jasa raharja.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan no.15 dan 16 tahun 2017, menjelaskan bahwa nilai besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu-lintas adalah :
  1. Korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp 50 juta (ahli waris)
  2. Korban menderita cacat tetap akan mendapatkan Rp 50juta
  3. Biaya perawatan dan pengobatan karena kecelakaan akan mendapatkan maksimal Rp 20juta
  4. Biaya pertolongan pertama akan mendapatkan(P3K) Rp 1juta
  5. Biaya pemakaman akan mendapatkan Rp 4juta
  6. Biaya ambulance korban ke fasilitas kesehatab terdekat akan mendapatkan penggantian sebesar Rp 500ribu
Prosedur guna memperoleh santunan dari Jasa Raharja ini sangatlah mudah, kita harus mempersiapkan beberapa dukumen yang di perlukan, yaitu :
  1. Surat Keterangan kecelakaan dari kantor Kepolisian terdekat (dekat lokasi kejadian)
  2. Surat keterangan kesehatan atau surat kematian (apabila korban meninggal) dari Rumah Sakit tempat perawatan korban
  3. Siapkan identitas berupa KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah (baik korban maupun ahli waris)
  4. Mengisi formulir di kanntor Jasa Raharja terdekat atau bisa juga secara online di jasaraharja.co.id
Namun adapula kondisi tertentu yang mengakibatkan santunan tidak bisa di terima oleh korban kecelakaan lalu-lintas, yaitu :
  1. Pengendara yang mengemudikan kendaraan penyebab dari kecelakaan lalu lintas tersebut
  2. Kendaraan atau pejalan kaki yang menerobos palang pintu kereta api
  3. Korban meninggal karena bunuh diri, dalam keadaan mabuk ataupun melakukan tindakan kejahatan
  4. Kecelakaan akibat bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, perang, angin puyuh, bom atom maupun karena melakukan balap kecepatan. (Yanuar Yudha)

Pelatihan Pembuatan Ikan Asap Di Kawasan Wonowisata Bintang Mangrove

Manunggal Media - Rasa ikan asap yang khas tentunya sangat menggugah selera. Apalagi kalau sudah di tambahkan sambal dan lalapan, tentunya akan membuat perut menjadi semakin keroncongan.  Tenyata tidaklah mudah membuat suatu ikan asap yang enak sekaligus juga sehat. Nah pembelajaran Labsite kali ini akan mengupas tuntas tentang bagaimana membuat ikan asap yang enak, sehat serta menggugah selera.

Pembelajaran Labsite yang di prakarsai oleh BP PAUD dan Dikmas Privinsi Jawa Timur ini sudah memasuki pertemuan ke-6. Tema dari pertemuan kali ini adalah pembuatan Ikan Asap yang sehat dan nikmat. Sekaligus bagaimana penataan di piringnya sehingga enak untuk di lihat. 

Pembelajaran yang di laksanakan pada hari Minggu (21/10/2019) ini di buka oleh Yanuar Yudhatama dan sebagai tutor ikan asap adalah Alivia dan Dewi untuk tutork penyajiannya. Kegiatan yang di laksanakan pada pukul 09.30 ini berlangsung cukup meriah dan dihadiri oleh 10 warga belajar. 

Alifia menerangkan bahwa mengasap ikan harus memperhatikan kebersihan dari ikan dan alat pemanggangnya. "Ikan harus di bersihkan dari kotoran dengan menggunakan air mengalir" jelas Alivia. 

Untuk melakuakn pengasapan ikan yang sehat, berikut cara-cara yang di sarankan oleh Alifia :
  1. Bersihkan ikan dari sisik dan "jeroan" dengan air mengalir
  2. Pembersihan jerioan di lakulan lewat insang agar perut ikan tidak rusak saat di asap
  3. Setelah ikan bersih, ikan di tusuk bambu dari mulut/mata hingga bambu masuk ke ekor
Sarana dari pengasapan ini adalah tempurung kelapa. Tempurung kelapa ini di pilih karena residu bekas pembakarannya yang bersih, sehingga tidak menempel pada daging ikan yang akan di asap. Pengasapan ikan ini kira-kira memakan waktu selama setengah jam hingga ikan tersebut matang dan siap untuk di santap.

Sedangkan untuk teknik plating atau penyajian, Dewi menyarankan penggunaan sayuran yang juga sekaligus bisa di makan menjadi lalapan. Setelah penyajian usai, para peserta juga mempraktekkan teknik food fotografi yang telah di ajarkan pada pertemuan sebelumnya.

Kegiatan pembelajaran ikan asap ini di akhiri dengan santap siang bersama di dermaga mangrove Gunung Anyar surabaya.

Ibu Yulia selaku wakil dari BP PAUD dan DIKMAS Provinsi Jatim menjelaskan, bahwa dengan pelatihan ini diharapkan anak-anak warga belajar bisa mandiri. "kalau mereka sepakat, nanti kita akan bantu untuk membukakan outlet ikan asap yang di kelola sendiri oleh mereka" jelas Yulia. Dengan adanya outlet ini anak-anak akan mempunyai pendapatan sampingan, sedangkan untuk pemasaran nanti bisa di bantu oleh rekan-rekan dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)  (Yanuar Yudha)   


Sudahkah Nama Kita Terdaftar Sebagai Pemilih Di Pemilu 2019 ?

Manunggal Media - Pada tahun 2019 mendatang, warga negara Indonesia akan menghadapi Pemilu serentak. Pemilu ini akan menentukan siapakah wakil rakyat yang duduk di DPR/MPR serta siapakah peminpin negara/Presiden kita nantinya.

Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita harus ikut mensukseskan hajatan Pemilu 2019 ini dengan baik pula. Minimal hal yang bisa kita lakukan adalah mengikuti dan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di mana nama kita terdaftar. Jadi pastikan kita tidak GOLPUT atau ABSTAIN dalam pemilu 2019 mendatang. Karena satu suara kita akan sangat menentukan siapakan para wakil dan pemimpin kita lima tahun mendatang.

Lantas bagaimana cara untuk mengetahui apakah nama kita sudah terdaftar untuk ikut pemilu pada tahun 2019...?. Yang pertama anda bisa datang ke Kantor Kelurahan untuk mengecek nama anda di Daftar Pemilu Tetap (DPT). Pengecekan nama ini sudah bisa di lakukan sejak tanggal 17 Oktober 2018. Namun jika anda seorang pribadi yang cukup sibuk ,anda bisa melakukan pengecekan secara online.

Untuk melakukan pengecekan nama yang telah terdaftar di DPT secara online ini sangatlah mudah. Anda tinggal masuk ke link http://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/. Situs ini adalah situs resmi milik Komisi Pemilihan Umum, jadi sangat aman untuk di gunakan. 

Cara melakukan pengecekan nama di situs http://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/ sangat mudah, yaitu :
  1. Buka situs  http://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/    
  2. Isikan Nama dan nomor NIK (KTP) anda
  3. Klik tombol cari
  4. lalu akan muncul data lengkap anda beserta lokasi TPS di mana nanti anda akan melakukan pencoblosan.
Jika pada situs tersebut nama anda belum muncul, segera laporkan kepada pihak Kelurahan agar segera di bantu untuk verifikasi. (Yanuar Yudha)

Puncak Musim Kemarau, Waspadai ISPA

Manunggal Media - Pada bulan Oktober ini seharusnya Kota Surabaya sudah memasuki musim penghujan. Namun hingga saat ini cuaca di Kota Pahlawan ini masih terasa panas menyengat. Keadaan ini juga banyak di rasakan oleh warga Rungkut Menanggal Kota Surabaya. Meskipun sudah berada di dalam rumah, namun suhu udara masih terasa panas. Hal ini di karenakan posisi matahari yang berada di bumi bagian selatan dan posisi Rungkut Menanggal sendiri yang terletak di tepi pantai. 

Suhu udara yang mencapai 35 derajat Celcius tentu saja mengakibatkan kekeringan pada sejumlah wilayah. Di perumahan Rungkut Barata Surabaya sendiri, nampak sekali rumput-rumput taman di ruang terbuka sudah berwarna kecoklatan. 

Pada musim kemarau berkepanjangan ini, ada beberapa hal yang patut di waspadai, yaitu timbulnya penyakit ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Penyakit ISPA ini biasanya akan menular lewat udara. Gejala awal yang mungkin terjadi adalah Flu dan batuk. Selain ISPA, yang perlu di waspadai adalah gejala Diare yang kerap menyerang anak-anak. 

Untuik menghindari ISPA, di harapkan warga dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Kenakan Masker. Udara kering biasanya akan di ikuti oleh angin kencang. Segera kenakan masker apabila terjadi angin kencang. Karena angin kencang akan membawa debu yang berterbangan.
  2. Perbanyak Minum Air Putih. Hawa yang panas akan mengakibatkan tubuh kerkurangan cairan. Untuk menghindari dehidrasi, perbanyak minum air putih dan selalu bawa air putih kemanapun anda berada. 
  3. Hindari Membeli Makanan Di Tempat Terbuka. Sedapat mungkin hindari memberli makanan yang di jual di tempat terbuka. Biasanya makanan ini akan mudah terkontaminasi oleh debu dan kotoran lainnya. Makanan yang terkena debu akan membuat anda mudah terkena penyakit Diare.
  4. Vitamin C. Agar tubuh terhindar dari penyakit. Usahakan untuk minum vitamin C secara rutin. (Yanuar Yudha)

 

 

Persiapan Menghadapi Bencana Alam Dengan Bijak

Manunggal Media - Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwasannya saat ini di Indonesia telah terjadi 2 bencana yang cukup besar. Yaitu bencana gempa bumi di Lombok dan bencana gempa bumi di sertai tsunami di Sulawesi Selatan. Sebenarnya Indonesia sendiri adalah negara yang rawan terkena bencana. Hal ini dikarenakan letak geografisnya yang di lalui oleh berbagai patahan dan di kelilingi oleh puluhan gunung berapi aktif.

Bencana memang tidak akan bisa di prediksi kapan akan datang. Namun setidaknya kita bisa bersiap diri. Sehingga jika bencana itu datang kita sudah siap untuk mengantisipasinya. Hal ini mutlak di perlukan untuk meminimalkan jumlah korban yang mungkin akan terjadi. 

Berikut 2 cara utama yang bisa kita siapkan untuk menghadapi bencana :
  1. Tas Siaga Bencana
Tas siaga bencana akan sangat diperlukan apabila terjadi keadaan darurat. Dengan tas ini kita bisabertahan untuk kondisi terburuk, setidaknya dalam waktu 3 hari. Untuk mempersiapkan ini, anda tinggal menyimpan semua barang yang diperlukan ke dalam kantong plastik kedap air dan memasukkannya ke dalam tas ransel.

Kebutuhan dasar minimum yang telah direkomendasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk dimasukkan ke dalam tas siaga bencana yang pertama adalah dokumen-dokumen penting seperti foto copy kartu keluarga, tanda pengenal (KTP, SIM, paspor), polis asuransi, buku tabungan, dan surat/sertifikat berharga dengan ijazah dimasukkan ke dalam plastik kedap air.

Berikutnya adalah perbekalan penunjang hidup, antara lain air minum kemasan, makanan siap saji, pakaian ganti (baju lengan panjang, celana panjang, pakaian dalam), senter dan baterai cadangan, dan kotak P3K. 

Ada perlengkapan lain seperti uang tunai, kertas dan pensil, foto anggota keluarga, tas ransel, peluit untuk memberi sinyal bantuan, jas hujan plastik, pisau lipat serba guna, tali nilon, peta, serta telepon seluler dengan pengisi daya (charger) plus baterai cadangan/power bank.

      2. Buat Soft Copy Semua Dokumen  

Kebanyakan dari kita selalu menyimpan dokumen-dokuemn penting dalam lemari. Cara tersebut sebenarnya baik, namun jika bencana datang, seperti kebakaran maupun bencana alam lainnya dokumen-dokumen tersebut akan rawan musnah. Ada baiknya mulai sekarang kita mendokumentasikan semuanya dalam bentuk softcpy dan di simpan di dunia maya. nantinya jika terjadi sesuatu, kita bisa mengunduhnya lagi kapanpun, di manapun., Berikut cara kerjanya :

Siapkan semua dokuemn penting anda

1. KTP / Passport / SIM
2. Akte Kelahiran
3. Kartu Keluarga
4. Ijazah
5. Surat nikah
6. Sertifikat rumah
7. BPKB & STNK
8. Buku rekening
9. Dokumen legalitas perusahaan (untuk yg memiliki usaha sendiri)

Berikut saran cara melakukan back-up (menyimpan)
1. Scan semua dokumen penting
2. Simpan file di flash disk / hard disk
3. Kompres file-file tsb  menggunakan zip/rar dengan menggunakan password
4. Simpan file di storage online ( google drive / dropbox / cloud), menggunakan password yg berbeda dg password file zip/rar (no.3)
5. Share nama & password akun dan password file zip/rar hanya ke keluarga inti.

Itulah tips singkat yang bisa kita terapkan untuk menghadapi bencara dengan bijak (Yanuar Yudha)

Nariswari Mua Berhasil Jadikan Anak Kampung Menjadi Make-Up Artis Profesional

Manunggal Media - Pembelajaran bukan hanya di lakukan secara reguler di dalam kelas saja. Namun ada juga pelajaran yang di lakukan di luar sekolah. Seperti halnya yang di alami oleh anak-anak di sekitar lokasi Wonowisata Bintang Mangrove Surabaya ini. Anak-anak putus sekolah ini kembali mendapatkan kesempatan belajar secara langsung oleh para pengajar yang berpengalaman. 

Program yang bernama Labsite ini memberikan 10 kali pertemuan kepada anak-anak Gunung Anyar untuk mengembangkan kemampuan/skill yang di milikinya. Salah satu kemampuan yang di ajarkan pada program yang di prakarsai oleh BPPAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Timur ini adalah Beauty Class (Kelas Tata Rias).    

Niswari Mua Memberikan Kelas Merias Wajah
Program Beauty Class ini di ajarkan langsung oleh perias yang telah ahli di bidangnya, yaitu Niswari Mua. Program ini berlangsung selama 2 kali pertemuan yaitu pada hari Rabu (10 Oktober 2018) untuk kelas tata rias dasar. Pertemuan pertama ini di lakukan di gazebo Bank Sambah Bintang Mangrove. Sedangkan untuk tata rias kelas lanjutan di laksanakan di mangrove Gunung Anyar Surabaya, pada hari Minggu (14 Oktober 2018). 

Siswa Belajar Praktek
Pelajaran merias wajah yang di berikan oleh Niswari Mua ini sebagian besar di lakukan dengan praktek secara langsung. Dengan menggunakan model yang di bawa secara khusus, Niswari mengajarkan bagaimana  cara merias wajah wajah dengan benar. Para siswa yang belajar terlihat bersemangat sekali untuk mempraktekkan ilmunya langsung kepada model-model yang di bawanya sendiri. Lucunya kebanyakan model yang di bawa ini adalah adik-adiknya sendiri, tetangga maupun teman dekatnya.

Hasil dari pelatihan ini ternyata sangat luar biasa. Siapa sangka anak-anak muda yang putus sekolah ini ternyata mampu menjadi make-up artis yang mumpuni. Hal ini terlihat dari tampilan model-model yang di bawanya. Para model ini kemudian di kenakan gaun kebaya yang mewah dan melakukan foto sesion di Mangrove Gunung Anyar Surabaya.

Dengan pelatihan ini di harapkan anak-anak yang belajar tata rias ini dapat berkreasi sendiri dengan bekal yang telah di dapatkannya. Paling tidak mereka bisa membuka jasa rias untuk karnaval atau rias pengantin di kampungnya. Nantinya jika ada yang memesan jasa pre-wedding di lokasi Wonowisata Bintang mangrove ini, anak- anak ini dapat menjadi juru riasnya. (Yanuar Yudha) 

   

Slamet Effendi Kenalkan Teknik Dasar Fotografi

Manunggal Media - Saat ini hampir semua orang bisa menngambil foto melalui Hanphone-nya (HP) masing-masing, baik itu foto selfie maupun foto peristiwa. Apalagi di era digital ini semua gadget telah di lengkapi dengan kamera yang canggih. Namun terkadang, meskipun Hp sudah canggih, ternyata hasil yang di dapatkan kurang begitu bagus. Untuk itulah pada program Labsite BPPAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Timur kali ini para peserta didik di ajarkan bagaimana mengoptimalkan kamera Hp untuk menghasilkan foto yang bagus.

Pembelajaran teknik fotografi dasar menggunakan Hp ini di mentori langsung oleh Ketua KIM GAT Media, Slamet Effendi. Kegiatan yang di lakukan pada hari Minggu (7 Oktober 2018) ini di hadiri oleh 10 peserta didik, dan pengelola serta para pengajar. Dalam paparannya, Slamet mengemukakan beberapa poin penting dalam pengambilan foto lewat HP, yaitu :
  1. Sedapat mungkin hindari penggunaan Zoom. Hal ini di karenakan zoom yang ada pada HP adalah digital zoom, sehingga jika hasil fotonya di perbesar akan mengakibatkan gambar pecah.  
  2. Ambil gambar secara Horozontal/landscape foto yang di hasilkan lebih bercerita
  3. Kenali sumber pencahayaan dengan baik. Hal ini untuk menghindari gambar yang sifatnya Backlight
  4. Kenali lebih dalam lagi kemampuan kamera di HP, agar kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan hp masing-masing.
Kegiatan pembelajaran yang di lakukan di gazebo Wonowisata Bintang Mangrove ini berjalan dengan atraktif. Setelah di ajarkan teori dasar fiotografi, para peserta didik ini juga langsung di ajarkan praktek Food Fotografi. Yang menjadi object Food Fotografi ini adalah aneka gorengan seperti ote-ote, pisang goreng, tahu isi dan lain sebagainya.

Selain praktek Food Fotografi, pembelajaran kali ini juga melakukan praktek di outdoor. Lokasi praktek yang di pilih adalah mangrove Gunung Anyar Surabaya. Di lokasi ini para peserta didik di ajarkan bagaimana mengatur foto yang baik. Mulai dari pencahayaan, mengatur model hingga komposisi object. Setelah pelatihan foto ini selesai, semua peserta mendapatkan bonus berupa susur sungai dengan menggunakan perahu hingga ke laut lepas. 

Pembekalan pembelajaran fotografi ini nantinya di harapkan dapat menunjang kegiatan wisata di Wonowisata Bintang Mangrove Gunung Anyar Surabaya. (Yanuar Yudha)
  

 

 

KIM Manunggal Berikan Pelatihan Menulis Pada Anak Di Kawasan Wisata Mangrove

 Manunggal Media - Membangun lingkungan, adalah tanggung jawab dari warga di lingkungan itu sendiri. Itulah yang kemarin coba di tanamkan kepada Cak Yudha dalam kegiatan Labsite Wonowisata Bintang Mangrove. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara KIM di Kecamatan Gunung Anyar dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, dalam hal ini di wakilkan oleh BP PAUD dan Dikmas.

Pada pertemuan yang kedua ini, Yanuar Yudha dari KIM Manunggal mencoba untuk memberikan wawasan dan pentingnya menulis untuk mengangkat potensi yang ada di kawasan Wonowisata Bintang Mangrove Surabaya ini. Kegiatan ini bertajuk, "Pelatihan Dasar Menulis". Pelatihan yang di gelar pada hari rabu (3 Oktober 2018) ini di laksanakan di Gazebo Bank Sanpah Bintang mangrovr Gunung Anyar Surabaya.

Sebanyak 10 orang remaja hadir pada pelatihan yang di gelar pada pukul 15.00wib ini. Dalam paparan awalnya Yudha memberikan  pemahaman tentang pentingnya kaidah menulis yang baik. "Mungkin dahulu bapak/ibu kalian sering menulis dalam bentuk diary, namun kalau sekarang menulisnya lebih ke dalam media sosial seperti facebook dan instagram" Kata Yudha mengawali paparannya. 

Yudha berpesan Namun meskipun menulis dalam media sosial, haruslah tetap mengacu kepada kaidah penulisan 5W dan 1H. Hal ini penting di lakukan agar informasi yang ingin di sampaikan menjadi jelas.

Dalam pelatihan yang di hadiri oleh Ibu Yuliati dan Bapak Edi dari BPPAUD Dikmas Jatim ini, nantinya di harapkan warga dapat menulis mengenai potensi-potensi yang ada di kawasan Wonowisata Bintang Mangrove ini. "Tulislah mengenai apa yang ada di sini, bisa alamnya, bisa wisatanya atau bisa kuliner ikan asapnya" jelas Yudha. "Karena hanya dari kalianlah potensi wisata di kawasan ini dapat terangkat dengan baik"pesan Yudha. (Yanuar Yudha)     

KIM Manunggal Sebarkan Virus Blog Di BLC Kebun Bibit Surabaya

Manunggal Media - Kota Surabaya sudah menjadi barometer nasional bagi perkembangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Indonesia. Tingkat pertumbuhan KIM di Kota Surabaya sangatlah menggembirakan. Saat ini hampir di 154 Kelurahan yang ada di kota Pahlawan ini telah mempunyai KIM atau bisa di sebut juga sebagai Relawan Informasi. Sebagai Anggota KIM, Tentunya sudah wajib untuk memiliki Blog. Karena Blog inilah nanti yang akan menjadi media sebagai penyebaran informasi yang di kelola oleh KIM.

Sebagai relawan informasi, tentunya anggota KIM ini harus mempunyai kemampuan untuk mengelola media yang dimilikinya. Untuk itulah pada hari Selasa (2 Oktober 2018), Yanuar Yudha dan Slamet Efendi membagikan ilmunya kepada Kelompok KIM yang ada di Kecamatan Rungkut Surabaya. Sebanyak 6 orang para Relawan Informasi ini hadir untuk mengikuti pelatihan ini.

Berlokasi di Broadbrand Learning Centre (BLC), Yanuar Yudha yang merupakan anggota dari KIM Manunggal, mulai berbagi ilmu mengenai pembuatan Email dan Blog. "Saya sengaja memberikan pemantapan dasar dahulu, mengenai pembuatan email dan Blog, agar mereka lebih paham lagi" jelas Yudha. Memang sebagian dari peserta ini rupanya masih ada yang belum pernah membuat blog ataupun mempunyai email. Dalam kesempatan ini Yudha berharap semua peserta nantinya bisa membuat blog meskipun sederhana. 

Sedangkan Slamet Efendi ketua KIM GAT Media memaparkan bagaimana cara menulis di blog dengan baik. "Meskipun tulisan sederhana. 5w dan 1 H haruslah menjadi acuan dalam menulis" terang Slamet. Selain mengajarkan ilmu jurnalistik sederhana, Slamet juga mengajarkan cara peletakan foto yang baik sesuai kaidah media. "Pengambilam foto haruslah landscape/horisontal" jelasnya. 

Pelatihan pembuatan blog ini kemudian di akhiri dengan kesepakatan para peserta untuk meng-upload minimal satu berita dalam satu minggu. (Yudha)      

Gelaran LCCK KIM Kota Surabaya Berlangsung Meriah

Manunggal Media - Di setiap tahunnya pegiat Informasi Surabaya yang tergabung dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini selalu mempunyai acara yang sangat prestisius. Acara ini semacam ujian dan kompetensi bagi para anggota KIM untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka dalam melaksanakan tugasnya di lapangan. Meskipun semacam ujian, namun acara ini di kemas menjadi ajang yang menyenangkan dan memberikan hiburan bagi warga sekitar. Nama dari acara ini adalah Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK).

Seni Tari Dari Pertura
Seperti di tahun-tahun sebelumnya, event LCCK ini selalu digabungkan dengan pelaksanaan Pertunjukan Rakyat (Pertura). Hal ini di maksudkan agar masyarakat di sekitar lokasi acara juga bisa mendapatkan hiburan yang menarik. Event yang di gelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (Dinkominfo) ini berlangsung cukup meriah dan atraktif. Mulai dari masyarakat, Relawan KIM dan pengisi acara tampak melebur menjadi satu untuk menikmati acara LCCK ini.

Acara LCCK KIM 2018 yang digelar pada hari Sabtu (18 September 2018), dimulai tepat pukul 09.00wib dan di buka langsung oleh sekretaris Dinkominfo, Cahyo Utomo ST,MTP. Dalam pidato singkatnya Cahyo menuturkan bahwasannya Informasi adalah hal yang bisa dibuat baik atapun menjadi buruk, tergantung siapa yang menguasainya. Oleh karena itu KIM selaku relawan informasi di lapangan harus bisa memilah informasi mana yang benar dan mana yang hoax, sebelum di teruskan kepada masyarakat. "KIM juga harus mampu berinovasi dalam melakukan penyebaran informasi melalui media yang di kelolanya, termasuk melalui beragam media sosial, karena jaman sekarang media sosial pengaruhnya juga luar biasa" terang Cahyo.

Penampilan Tim Yel-Yel Siwalankerto
LCCK KIM 2018 ini diikuti oleh 3 KIM, yaitu KIM Siwalankerto dari Kelurahan Siwalankerto, KIM Sinar Baru dari Kelurahan Simomulyo Baru dan KIM Kandangan Sejaterah dari Kelurahan Kandangan. Ketiga peserta ini adalah peserta yang lolos dari babak semifinal sebelumnya. Sebelum peserta ini tampil, para pendukungnya lebih dahulu memberikan semangat dengan manampilkan yel-yel yang cukup atraktif.

Para Dewan Juri
Ada 4 babak yang harus di lalui oleh ketiga peserta ini, yaitu babak perkenalan KIM, Paparan mengenai media yang di gunakan, Babak Cerdas Cermat dan terakhir adalah fragment atau theatrikal. Persaingan nilai para peserta berlangsung sangat ketat. Hal ini terlihat dari selisih nilai yang sangat tipis, KIM Kandangan Sejahtera berhasil mengumpulkan nilai 251,5, KIM Simbar Jaya mendapatkan nilai 247,1 dan di peringkat ketiga KIM Siwalankerto mendapatkan nilai 243,5.  

Event LCCK yang di gabungkan dengan Pertura ini rupanya banyak menarik minat warga Pucang yang berada di sekitar lapangan Kalibokor Surabaya. banyak pertunjukan kesenian yang di tampilkan pada acara ini seperti Reog Ponorogo, Musik Campursari, dan Ketoprak. Selain hiburan, Pemkot surabaya juga menghadirkan beberapa dinas terkait untuk memberikan pelayanan langhsung kepada masyarakat, seperti BNN, Dinas Ruang Terbuka Hijau dan Pertanian, Dinas Perijinan, dan beberapa dinas lainnya. (Yanuar Yudha)  


Surabaya sebagai kota yagn memiliki pelayanan yagn baik kepada masyarakat ternyata menarik perhatian daerah untuk melihat lebih dekat. Seperti halnya kunjungan bupati luamjang Thoriqul hq, SH, M.Pdi atau yang lebih dikenal dengan cak thorig.

Salah yang menjadi perhatian cak thoriq adlah sistem pelayana yang ada didispenduk capil (  Dinas Kependudukan dan catatan sipil ). Dispenduk capil yagn berada di eks Siolam Jl. Tunjungan nomer,..surabaya seslalu ramai dikunungi oleh warga kota surabaya utnuk melakukan pngurusan dokumen kependudukan. Kecepatan layanan dispenduk capil inilah yang menjadi dayatarik sehingga pemertintah lkab lumajang ingin belajar.

Kecepatan pelayanan masyarakat yagn ada di  mall pelayana publik siola in memang senantiasa memanjakan warga kota surabaya. Banyak program yagn disajikan untuk warga kota surabaya dalam hal kependudukan seperti halnya program pahe ( Paket Hemat ). Program ini memadukan antara pengurusan akte kelahiran, dan KK dalam satu paket. ( Yudha,2/10 )

Manunggal FanPage

Lapor Cak

Total Kunjungan