News Scroll

Pojok Rungkut

Seputar Surabaya

Kegiatan KIM

Umum

Manunggal Vlog


Jalan Sehat Gunung Anyar Rebutkan Hadiah Jutaan Rupiah

Manunggal Media - Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia selalu identik dengan perlombaan dan aneka hadiahnya. Salah satunya kegiatan wajib yang selalu dilaksanakan adalah jalan sehat. Acara jalan sehat ini selalu di nantikan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan kegiatan ini bisa melibatkan banyak orang dan bisa diikuti oleh semua kalanagan dan usia. Apalagi ditambah adanya hadiah doorprice yang selalu ada diakhir acara.

Kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus ini juga diikuti oleh warga Perumahan Taman Wiguna Selatan (TWS) Gunung Anyar Surabaya. Jalan sehat yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2018 ini diikuti kurang lebih oleh 300-an orang dan melalui rute sepanjang 3 Kilometer. Acara yang dimulai tepat pada pukul 06.00wib ini dilepas langsung oleh Ketua RT.

Dalam sambutannya Ketua RT menyatakan terimakasihnya kepada warga TWS dan beliau berharap agar acara jalan sehat ini bisa menjadi ajang olahraga dan silaturahmi antar penguni perumahan TWS.
Jalan Sehat Di Buka Oleh pak RT
Rute yang dilewati oleh warga perumahan TWS ini dimulai dari jalan kembar perumahan TWS lalu menuju ke Jalan Raya Wiguna Timur. Di depan kantor  pemasaran perumahan Wiguna, karang taruna Perum TWS membuka water station dan mengkoordinir warga untuk memasukkan kupon doorprice. Dari jalan Gunung Anyar Tengah perjalanan diteruskan melewati Jalan gunung Anyar sawah dan kembali lagi ke perumahan TWS.

Peserta jalan Sehat warga TWS
Uniknya, yang meyelenggarakan jalan sehat pagi ini bukan hanya warga TWS namun juga beberapa warga perumahan lainnya. Sehingga rute yang di lalui tidak jarang juga menjadi satu. Dan hal ini di digunakan sesama warga untuk saling bersilaturahmi.

Aneka Makanan Bazaar
Aneka Makanan Bazaar
Sesampainya kembali di perumahan TWS peserta jalan sehat langsung menyerbu aneka jenis makanan dan minuman yang di jual di arena bazaar. Penjual di bazaar ini juga di motori oleh ibu-ibu dari perumahan TWS sendiri. Aneka makanan seperti nasi pecel, dimsum, bakso, kentang dan aneka minuman di jual di sini dengan harga yang murah meriah.

Alunan Elektone
Sambil menikmati hidangan yang ada, warga Perumahan TWS juga di hibur oleh alunan musik elektone yang tampil cantik. Penarikan undian juga berlangsung heboh, karena yang berhasil mendapatkan hadiah di haruskan untuk "joged" terlebih dulu. 

Hiburan Kesenian Warga
Acara jalan sehat ini berakhir pada pukul 10.00wib dan berlanjut lagi pada pukul 19.00wib untuk pengundian hadiah utama. Hadiah utamanya adalag berupa voucher belanja dengan nilai Rp 500.000 hingga Rp 1.500.000. Pada acara malam hari ini warga TWS mendapatkan hiburan kesenian dari warga TWS sendiri yang sangat apik. Seperti paduan suara, tarian daerah, fashion show anak-anak dan lain sebagainya. (Yanuar Yudha)

Wonowisata Bintang Mangrove Laksanakan Upacara Di Tengah Laut

Manunggal Media - Biasanya kita melaksanakan upacara bendera di tengah lapangan atau di tempat terbuka. Namun apa jadinya jika kita harus melaksanakan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di tengah laut. Inilah yang di lakukan oleh beberapa komunitas dan pengelola tempat wisata di kawasan Gunung Anyar Tambak. 

Suasana kawasan Gunung Anyar Tambak pada Sabtu Pagi (18 Agustus 2018) ini tampak ramai sekali oleh personel-personel dari anggota komunitas. Beberapa dari mereka tampak sibuk dengan persiapan seperti pendaftaran peserta, pembagian pelampung, pembagian pita merah putih dan sebagainya. Kegiatan ini adalah persiapan untuk melaksanakan upacara di tengah laut. Tepatnya berada di lokasi pos pantau yang ada di tepi muara.

Cuaca yang cukup terik pada pagi ini, ternyata tidak menyurutnya semangat para peserta untuk segera melaksanakan upacara di tengah laut. Tepat pada pukul 07.00wib semua persiapan telah selesai di lakukan dan seluruh para peserta upacara telah hadir di lokasi. 

Para peserta yang ikut dalam upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke-73 ini antara lain berasal dari pengelola Wonowisata Bintang Mangrove, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Pegiat Lingkungan dari Urban Care dan Sekolah Sungai, Perwakilan dari CSR PT.PLN serta perwakilan dari Pemerintah Kota Surabaya dan media cetak.

Untuk menuju ke lokasi acara yang ada di Pos Pantau, semua peserta di naikkan ke atas perahu kayu. Perahu ini adalah perahu nelayan dengan kapasitas 7-8 orang. Total ada 7 perahu yang di gunakan sebagai alat transportasi menuju ke lokasi upacara. Perahu ini melakukan start dari bank Sampah Bintang Mangrove.

Tepat pada pukul 08.00wib semua perserta sudah ada di lokasi upacara yang ada di tengah muara. Proses pengibaran bendera di sertai dengan lagu Indonesia Raya terasa sangat spesial. Hal ini di karenakan semua peserta harus bisa berdiri sembarai menjaga perahu agar tetap stabil dan tidak goyang. Upacara Bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di tengah laut ini di pimpin oleh perwakilan dari Kecamatan Gunung Anyar.      

Setelah upacara bendera selesai di lakukan, para pegiat lingkungan langsung menceburkan diri ke lumpur. Mereka terjun ke lumpur sambil membawa bibit mangrove untuk di tanam di sekitar lokasi upacara. Sebanyak 100 bibit mangrove, sukses di tanam di kawasan tersebut.

Slamet Efendi. salah satu peserta upacara menjelaskan bahwa selain sebagai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73, kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kawasan mangrove. "Salah satu caranya adalah para peserta di haruskan untuk memungut sampah yang mereka dapatkan di sepanjang jalur antara Bank Sampah Bintang Mangrove ke lokasi upacara dan juga sebaliknya" jelas Slamet. Kegiatan upacara dan penanaman bibit mangrove ini di akhiri dengan prosesi makan siang di kantor bank Sampah Bintang Mangrove. (Yanuar Yudha)   

Proses Penanaman Bibit Mangrove
Penyematan Pin Kepada KIM Swaraguna

Prosesi Penaikan Bendera Merah putih





Masjid Al Muslimun bagikan 1000 Kantong Daging Qurban

Manunggal Media - Hari Raya Idul Adha adalah salah satu sarana bagi umat Muslim untuk berbagi kepada sesama. Begitu juga yang di lakukan oleh warga di Kelurahan Rungkut Menanggal Surabaya. Pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1439H tahun ini, masjid satu-satunya yang ada di perumahan Rungkut Barata ini sukses membagikan sebanyak 1000-an kantong daging qurban kepada yang membutuhkan.

Proses penyembelihan hewan qurban di masjid Al-Muslimun perumahan Rungkut Barata berlangsung selama kurang lebih 6 jam. Pada tahun ini, para takmir masjid berhasil mengumpulkan sebanyak 50 ekor kambing dan 21 ekor sapi.

Untuk pengamanan proses pelaksanaan penyembelihan hewan qurban ini, jalan di depan Masjid Al-Muslimun harus di tutup total. Lokasi penyembelihan kambing di laksanakan di tepi sungai depan Masjid, sedangkan untuk sapi di tempatkan pada sisi timur masjid. Pemisahan sarana penyembelihan ini di maksudkan agar dagingnya tidak tercampur dan proses pengolahannya lebih rapi dan cepat.

Demi mensukseskan acara kali ini, beberapa organisasi yang ada di masjid Al-Muslimun di libatkan sepenuhnya. Mulai dari Takmir Masjid, anggota Remaja Masjid, Ibu-ibu pewirta dan masih di tambah tenaga dari luar masjid. Tenaga luar ini meliputi para penjagal, dan untuk proses pemecelan tulang-tulang sapi dan kambing.

Untuk memastikan daging qurban ini layak di komsumsi, pihak Al-Muslimun juga menggandeng Kedikteran Hewan Universitas Airlangga guna mengecek kesehatan dari daging yang akan di bagikan. Ada 6 orang yang di perbantukan untuk memeriksa daging hasil sembelihan Idul Adha ini

"Saat ini ada penyakit baru yang biasanya menginfeksi bibir dan tenggorokan sapi, untuk itu kami mengambil beberapa sample untuk kami teliti" terang.M najib selaku pipmpinan tim pemeriksa kesehatan hewan.

Tim dari Kedokteran Hewan Unair ini memeriksa dengan teliti setiap hati hewan qurban yang telah di sembelih, terutama untuk sapi. Apabila di temukan adanya cacing atau kelainan pada hati, maka hati tersebut akan di musnahkan agar tidak menulari manusia.

Keseluruhan proses penyembelihan hewan Qurban tahun ini bisa di bilang lancar dan tanpa hambatan yang berarti. Pada pukul 16.00wib semua proses penyaluran daging qurban ini selesai di laksanakan. (Yanuar Yudha)

Proses Pengulitan Kambing

Tim Unair Memeriksa Kelayakan Daging

Ibu Pewirta Menimbang Daging

Proses Penimbangan Dagingh Sapi

Pertikaian Senjata Di Upacara Bendera Gunung Anyar

Manunggal Media -  Upacara Bendera untuk memperingati HUT RI pada tanggal 17 Agustus lazimnya di laksanakan di dengan penuh khidmat. Namun apa jadinya jika upacara bendera ini di susupi oleh kericuhan berupa pertarungan senjata tajam di hadapan semua peserta upacara...?. Kejadian yang menghebohkan ini terjadi di depan semua para peserta upacara.

Awalnya Upacara Bendera yang di laksanakan di halaman sekolah yayasan Al-Islah ini berlangsung dengan cukup tertib. Para peserta upacara sudah mulai berdatangan sejak pukul 06.00wib. Para peserta upacara ini terdiri dari para Pegawai Negeri Sipil Se-Kecamatan Gunung Anyar, Guru SD dan SMP Al Islah, Guru SD dan SMP Al-Amin, serta murid-murid dari SD dan SMP Al-Islah dan Al Amin Surabaya. Para Veteran Para Tokoh Masyarakat  Serta tidak ketinggalan perwakilan dari pihak Polsek Rungkut dan Kodim 0831 Surabaya Timur.

Upacara bendera 17 Agustus 2018 ini di pimpin langsung oleh Camat Gunung Anyar Dewanto Kusumo Legowo. Dalam pidatonya Camat Gunung Anyar menyampaiakan pidato dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini dengan dengan tema Kerja Kita Prestasi Bangsa. 

Setelah pelaksanaan upacara selesai, Camat Gunung Anyar dan jajarannya menyerahkan bingkisan kepada para veteran yang hadir di lokasi. Hal ini untuk menjaga silaturahmi dan sebagai bentuk penghargaan kepada para veteran yang tirut berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang akan di rebut kembali oleh sekutu.

Tidak lama setelah acara pemberian penghargaan kepada para vetaran, tiba-tiba ada sejumlah remaja merengsek masuk ke tengah lapangan bendera sambil membawa senjata tajam. Mereka tampak beradu satu sama lainnya. Senjata tajam yang mereka apakai adalah celutit, gobang dan pedang. Para remaja ini rupanya murid-murisd dari sekolag Al-Islah yang tergabung dalam seni beladiri Pagar Nusa. Pertarungan yang mereka lakukan ini sangatlah bagus dan terlihat kalau memang sudah terlatih dengan baik. Sehingga nampak seperti pertarungan sesungguhnya.

Selain pertunjukan bela diri, juga ada pertunjukan dari kegiatan baris-berbaris yang dilakukan oleh Pramuka. (Yanuar Yudha)  

Bingkisan Untuk Para Veteran
Pertunjukan Kegiatan Pramuka
Pertunjukan Pagar Nusa
Pembawa Acara

Crew Net TV Sebarkan Paham Positism Jurnalism Di Surabaya

Manunggal Media - Dengan semakin pesatnya perkembangan media sosial seperti saat ini, ternyata bisa menimbulkan sisi positif dan sisi negatif. Berdasarkan survey yang dilakukan pada awal tahun 2018 lalu, ternyata Indonesia merupakan negara ke-6 di dunia sebagai pengguna internet terbanyak. dari media sosial yang ada, pengguna facebook menduduki peringkat pertama, lalu disusul oleh twitter dan blog. Fenomena inilah yang mengakibatkan saat ini masyarakat yang "berprofesi" sebagai Citizen Jurnalisme (Jurnalis Warga) semakin banyak.

Peran sebagai Citizen Jurnalis inilah yang saat ini di lakoni oleh para Pegiat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Surabaya. Agar Relawan KIM ini mengetahui bagaimanakah cara meliput dan menulis berita yang baik dan benar, Dinkominfo Kota Surabaya mengadakan workshop "Tehnik seorang Jurnalis Citizen/Pegiat KIM dalam Membuat Peliputan Berita".

Workshop yang di laksanakan di Gedung Wanita jalan Kalibokor Surabaya ini di langsungkan pada hari Kamis ( 16 Agustus 2018). Tutor yang di datangkan oleh pihak Dinkominfo juga tidak main-main ,yaitu Kepala Biro Penyiaran Net TV Kota Surabaya, Cak Mustika Muhammad. Pria asal Jombang ini menerangkan bahwa perkembangan Citizen Jurnalisme ini sangat pesat sekali. " Semua orang saat ini bisa menjadi wartawan, bisa menjadi editor, bisa menjadi peminpin redaksi bahkan bisa menjadi pemilik media" jelas Cak Mus (panggilan akrab Cak Mustika Muhammad). "Bedamya panjenengan semua dengan saya cuma ini" serunya sambil menunjukkan kartu identitas Net TV-nya.

Cak Mus menerangkan bahwa perkembangan Citizen Jurnalisme sekarang ini semakin mengkhawatirkan. Hal ini memang tidak adanya Undang-Uandang Press yang menaungi mereka. Akibatnya saat ini banyak muncul media yang berbau Hoax atau menuliskan berita yang tidak benar. "Untuk itulah saat ini muncul paham yang bernama Positis Jurnalism"terang mantan wartawan Suara Surabaya ini.  Paham ini berdasarkan pada paham-paham jurnalis yang selalu menuliskan berita yang positif. "Marilah kita membangun bangsa ini dengan berita yang positif dan menyejukkan"jelas Cak Mus. "Apalagi saat ini kita akan menghadapi pileg dan pilpres, jadi berita yang kita tulis haruslah menyejukkan di tengah-tengah suasana yang panas ini, dan yang terpenting netral"sambungnya.

Cak Mus sendiri mengakui bahwa dirinya sudah tidak mempercayai peran media mainstream (media besar). "Karena kebanyakan mereka sudah memihak partai tertentu, itulah yang akhirnya membuat isi berita mereka terkadang tidak berimbang" terang Cak Mus.

Dalam workshopnya Cak Mus menerangkan bagaimana membuat berita yang baik, yaitu :
1. Berita Haruslah Unik
Berita yang di tulis haruslah berbeda daripada berita yang lain. Keunikan inilah yang akan membuat orang datang untuk membaca berita yang kita tulis. Hal ini cocok dengan KIM yang selalu memuat
potensi atau kearifan lokal di wilayahnya masing-masing.

2. Berita Harus Berdampak Besar Ke Masyarakat
Cari dan tulislah berita yang akan mempunyai pengaruh besar ke masyarakat. Hal ini akan membuat berita yang di tulis menjadi hit's dan akan di cari serta di baca banyak orang.

3. Sudut Pandang Berbeda
Tulislah berita dengan sudut pandang yang berbeda dengan penulis yang lain. hal ini akan membuat tulisan anda akan menjadi unik dan menarik

4. Sabar Dalam Mencari Informasi
Terkadang mencari informasi dari narasumber tidaklah mudah. Hal ini seperti pengalaman pribadi Cak Mus dalam mencari informasi dari salah satu narasumber harus menyamar dahulu dan melakukan pendekatan yang cukup mendalam dengan kerabat narasumber.

Yang terakhir Cak Mus memberikan nasihatnya, "Tulislah apa yang ada di pikiran anda, jangan memikirkan apa yang akan anda tulis" kata Cak Mus. (Yanuar Yudha)

Gunung Anyar Laksanakan Normalisasi Saluran Air

Manunggal Media - Musim kemarau memang di prediksi masih akan lama. Namun hal ini ternyata tidak mengendorkan semangat dari Dinas PU dan Pematusan untuk melaksanakan normalisasi saluran air yang ada di wilayah Kota Surabaya. Salah satu saluran air yang saat ini di kerjakan adalah sungai di kawasan Gunung Anyar Surabaya.

Lokasi dari kegiatan Dinas PU dan Pematusan ini berada di jalan Gunung Anyar Sawah Surabaya. Jalan ini di apit oleh dua saluran air besar di sisi kanan dan kirinya. Pada kegiatan sebelumnya salah satu sisi telah di normalisasikan dan sekarang berlanjut ke sisi yang saat ini di kerjakan.

Saluran air ini memanjang dari sisi Puskesmas Gunung Anyar hingga ke pertigaan menuju ke jalan Tol Gunung Anyar. Saat ini pengerjaan normalisasi sudah sampai pada sisi belakang perumahan Puri Mas Surabaya. Tampak di lapangan terdapat satu eksavator dan satu dumptruk yang hilir mudik untuk mengangkut tanah hasil normalisasi sungai tersebut.

Pada sisi yang di kerjakan ini kebanyakan salurannya masih berbentuk saluran alami/tanah liat. Hal ini di karenakan masih terdapat tanah kosong di sisi yang di kerjakan ini. Namun di sisi ini juga banyak terdapat bangunan-bangunan liar yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan barang bekas yang didirikan oleh warga. Hal ini terkadang membuat saluran air ini terhambat bahkan tertutup oleh tanah. Maka dari itu selain melaksanakan normalisasi, Dinas PU dan Pematusan juga melakukan pelebaran saluran air ini. Saluran air yang sebelumnya hanya selebar setengah meter sekarang di lebarkan menjadi satu meter.

Pengerjaan saluran air ini di targetkan akan selesai pada satu minggu mendatang. Di harapkan dengan selesainya pengerjaan ini, maka kawasan gunung Anyar sepenuhnya akan bebas dari bahaya banjir. (Yanuar Yudha)


Pegiat KIM Kota Surabaya Menjadi Narasumber Di Event Surabaya Great Expo 2018

Manunggal Media - Gelaran Surabaya Great Expo yang telah berlangsung sejak hari Jum'at (10 Agustus 2018) ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kota Surabaya. Sejak dibuka langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, event ini langsung diserbu oleh masyarakat yang ingin berbelanja produk-produk UMKM hasil karya warga Kota Surabaya sendiri. Mulai dari produk kuliner, fashion dan handicraft tersedia di pameran tahunan Kota Pahlawan ini.

Selain produk komsumsi, event Surabaya Great Expo ini juga menghadirkan workshop dan talkshow yang bisa diikuti oleh para pengunjung. Salah satu talkshow yang digelar pada hari Minggu (12 Agustus 2018) kemarin menghadirkan nara sumber Aninda dan Yanuar Yudha dari Forum Kim Kota Surabaya, bapak Amin yang merupakan perwakilan kesenian Pertunjukan Rakyat dan 2 orang perwakilan dari Broadband Learning Centre (BLC)

Topik yang di bahas dalam talkshow ini adalah beragam proses penyebaran informasi kepada masyarakat. Talkshow yang dikemas cukup santai ini dimoderatori oleh Kiki dari Dinas Kominfo Kota Surabaya. Ternyata ada beragam cara penyampaian informasi yang di lakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya, yaitu melalui kesenian dalam Pertura dan melalui para relawan Informasi yang tergabung di Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). 

Dalam kesempatan ini Yanuar Yudha mengemukakan, bahwa KIM lebih bergerak di dunia digital. Relawan KIM ini sudah tersebar hampir di 154 kelurahan di Kota Surabaya. "Setiap KIM mengelola satu website yang isinya mengulas tentang potensi-potensi lokal yang ada di wilayahnya masing-masing" terang Yanuar.  

Selain stand UMKM, ada juga beberapa dinas dari Pemerintah Kota Surabaya serta BUMN dan BUMD yang ikut menjadi peserta dalam Surabaya Great Expo 2018 ini. Beberapa dinas yang ada di Kota Surabaya menampilkan program-program yang mereka miliki. Seperti Dinas Kominfo yang mengenalkan media sosialnya. Dinas Pariwisata yang memboyong cak dan Ning Suroboyo untuk mengenalkan berbagai tempat wisata yang ada di Kota Surabaya ini. 

Yang menarik, ternyata ada juga beberapa stand yang memberikan bonus atau discount khusus selama Surabaya Great Expo ini berlangsung. Seperti halnya stan PDAM Surya Sembada Surabaya yang memberikan diskon 25% untuk pasang baru. Ada juga stand dari Taman Safari 2 Prigen yang memberikan diskon beli 2 tiket gratis 1 tiket. Jadi tunggu apalagi, ayo ke Surabaya Great Expo 2018. (Yanuar Yudha) 






Fotografer Ternama Bagikan Ilmunya Kepada Pegiat Kim Kota Surabaya

Manunggal Media - Jepretan foto yang bagus tentunya akan menarik minat orang untuk melihatnya. Bila kemudian di gabungkan dengan sebuah tulisan, tentu saja akan menarik orang untuk membaca tulisannya juga. Dalam sebuah artikel, kemampuan membuat foto yang bagus serta di tunjang dengan tulisan yang enak di baca, tentunya akan membuat orang senang untuk membacanya.

Bagi para pegiat KIM Kota Surabaya, membuat artikel yang bagus adalah suatu keharusan agar blog yang di kelolanya menjadi ramai oleh pengunjung. Dengan begitu, pesan atau informasi yang ingin di sampaikan ke masyarakat akan dapat terdistribusi dengan baik.  

Untuk membekali para pegiat KIM, Dinkominfo Kota Surabaya kembali mendatangkan narasumber yang cukup ahli di bidang Fotografi. narasumber ini adalah DR. Yuyung Abdi. Pria yang telah menghasilkan beberapa buku tentang Fotografi ini merupakan salah satu Fotografer master yang ada di Kota Surabaya. Hasil jepretannya telah banyak menghiasi media-media cetak di Kota Pahlawan ini.

Dalam workshopnya yang di laksanakan di lantai 5 Gedung Pemkot Surabaya, beliau mengajarkan bagaimana ilmu dasar dari sebuah fotografi. Ternyata untuk menghasilkan sebuah foto yang bagus di perlukan beberapa ilmu dasar tentang fotografi. "Jadi jangan hanya asal jpret saja...nanti foto yang di hasilkan jadinya sangat biasa dan tidak menarik" ucap Yuyung.

Beberapa ilmu dasar Fotografi yang adi ajarkan oleh Yuyung adalah Proporsi, Sudut Pengambilan gambar (Angle), Pencahayaan dan warna. "Buatlah foto se-colourfull mungkin, karena mata manusia ini tertarik akan warna yang cantik" jelas redaktur Foto media Jawa Pos ini. Yuyung juga menyarankan untuk mengambil foto dari Angle yang berbeda, sehingga hasil fotonya juga jadi berbeda dengan hasil foto orang lain. "Sering-sering berlatihlah menggunakan high angle atau juga low angle tergantung dengan tema foto yang kita inginkan" imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Yuyung Abdi juga membekali KIM dengan cara membuat foto produk UKM dengan bantuan alat pencahayaan yang murah meriah. Dalam prakteknya lulusan Unair ini menggunakan 3 buah lampu darurat kecil sebagai lightingnya. Meskipun dengan alat sederhana namun foto yang di hasilkan ternyata menjadi luar biasa. "Lampu darurat seharga 50ribuan ini menjadi alat yang wajib saya bawa saat foto di luar ruangan" terangnya. "Tidak selamanya Alat fotografi itu mahal, tergantung pinter-pinternya kita saja"imbuhnya. 

Melihat antusiasme para peserta workshop dan sempinya waktu yang ada, Dra.Sri Puri Surjandari. S.Msi, selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kota Surabaya berjanji akan segera di laksanakan workshop lanjutan mengenai Fotografi. "Mungkin nanti akan lebih banyak prakteknya, agar rekan-rekan KIM bisa lebih handal lagi dalam mengambil foto"jelas Puri. (Yanuar Yudha)

Dinkominfo Kota Surabaya Bekali Pegiat KIM Dengan Pelatihan Menulis

Manunggal Media - Pada hari Rabu pagi (8/08/2018), ruangan rapat yang berada di lantai 5 Gedung Pemkot Surabaya mendadak ramai. Hal ini di karenakan adanya kegiatan yang di lakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya bersama para pegiat KIM seluruh Kota Surabaya. Kegiatan ini berupa pelatihan bagaimana mengemas tulisan sehinggga menjadi enak untuk di baca.

Atusias para pegiat KIM Kota Surabaya ini sangatlah tinggi. Hal ini terbukti dari penuhnya ruangan rapat yang berkapasitas 50 orang ini. Tercatat ada 37 perwakilan KIM yang hadir untuk mengikuti pelatihan menulis jurnalistik di hari ke-2 ini. Mengingat terbatasnya kapasitas ruangan, pelatihan ini di bagi menjadi 3 hari, yaitu pada tangal 7-9 Agustus 2018.

Dalam pembukaannya, Dra.Sri Puri Surjandari. S.Msi, selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kota Surabaya, menyampaikan bahwa saat ini sudah banyak anggota KIM Kota Surabaya yang telah memiliki blog. "Banyak anggota KIM yang sudah aktif menulis, maupun yang masih intip-intip untuk mau menulis" ujarnya. Puri mengharapkan dengan adanya pelatihan ini, nantinya akan banyak lagi para pegiat KIM yang mempunyai blog atau web untuk mengangkat potensi-potensi lokal yang ada di daerahnya.

Pelatihan menulis jurnalistik ini di mentori langsung oleh Hadi Santoso yang saat ini aktif menulis sebagai mata pencaharian utamanya. "Menulis awalnya pasti sulit dan sangat menyiksa bagi yang belum terbiasa" ujar mantan wartawan media Surya ini. 

Dalam paparannya Hadi mengupas tuntas, mulai dari apa itu website, blog maupun tata-cara penulisan yang baik dan benar. Hadi juga menyarankan, untuk memulai menulis dengan apa yang kita pahami. "Yang paham kuliner, tulis tentang kuliner..yang paham otomotif tulis tentang otomotif..yang penting memulai untuk membangkitkan semangat menulis dulu" paparnya.

Hadi juga menjelaskan bahwa dengan adanya Media Sosial seperti Facebook, Twiter, Instagram dan lainnya membuat kita tidak sadar menjadi seorang penulis. "Terkadang kita menuliskan pengalaman kita, atau sharing informasi...itu juga bentuk menulis yang sangat sederhana"jelasnya.

Pada sesi diskusi muncul sebuah pertanyaan dari anggota KIM Kali Kedinding yang menanyakan mengenai sungai di kawasannya yang penuh dengan sampah. "Apakah bisa saya menulis tentang kondisi sungai di daerah saya ini...?". Pertanyaan ini langsung di timpali oleh pegiat KIM yang lainnya. " Bisa pak, tulis saja apa adanya tanpa menyudutkan salah satu pihak, karena memang mata Pemkot tidak bisa menjangkau ke semua tempat di Surabaya, justru dari kitalah mereka bisa tahu infonya" timpal Yudha dari KIM manunggal Media. "Lalu link tulisan bapak kirim ke media sapawarga Surabaya, agar sungai tersebut bisa segera di benahi" sambung Yudha.

Pada sesi terakhirnya Hadi yang ternyata juga pernah bergabung di Humas Pemkot Surabaya ini menyampaikan tidak ada ruginya jika kita menulis. Selain untuk meninggalkan jejak digital kita untuk di baca orang lain, kita juga bisa mendapatkan keuntungan financial dari menulis. "Seperti saya yang saat ini menjadi penulis freelance, kerjaan saya habis Subuh buka laptop, antar anak dan buka laptop lagi" jelasnya. (Yanuar Yudha)       

Waspadai Jebakan Miss Call

Manunggal Media - Sore ini Ita Pebri (22) warga Kelurahan Rungkut Menanggal sangat terkejut. Hal ini di karenakan handphond-nya menerima panggilan dari nomor yang tidak di kenal. Nomor ini berawalan dengan tanda (+) lalu di ikuti dengan nomor 242xxxxxx. Nomor dengan awalan tanda (+) tersebut ternyata adalah kode nomor dari luar negeri. "Perasaan saya tidak punya saudara di luar negeri, atapun teman yang jadi TKI di luar negeri" begitu ungkapnya kepada Manunggal Media.

Nomor dari luar negeri tersebut ternyata hanya melakukan panggilan singkat saja/misscall. Sekitar 2/3 kali deringan lalu berhenti. Hal inilah yang terkadang membuat gusar para penerimanya, sehingga tidak jarang dari warga yang menerima misscall ini akhirnya menelepon balik ke nomor tersebut. Dan hal ini ternyata berakibat sangat FATAL sekali. Karena begitu penerima melakukan teelepon balik maka akan di kenakan tarif yang mahal. Apalagi jika ini adalah nomor premium, maka akan di kenakan tarif yang sangat mahal sekali. Modus Misscall ini di namalan dengan Wangiri Fraud. 

Biasanya para pelaku penipuan ini mendapatkan nomor telepon dari media internet. Hal ini tentu saja merugikan si penerima panggilan jika mereka melakukan telepon balik. Oleh karena itu hendaknya masyarakat bisa paham dan waspada apabila mendapatkan misscall dari nomor yang tidak di kenal. Jadi jika anda mendapatkan misscall dari nomor luar negeri yang tidak anda kenal, tidak usah melakukan penggilan balik. (Yanuar Yudha)

Manunggal FanPage

Lapor Cak

Total Kunjungan