News Scroll

Pojok Rungkut

Seputar Surabaya

Kegiatan KIM

Umum

Manunggal Vlog

Pemutihan Denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Manunggal Media - Pembangunan Kota Surabaya yang cukup pesat ternyata juga mempunyai dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat. Pembangunan berjalan hampir merata hingga ke seluruh pelosok Kota Surabaya. Namun di balik pembangunan yang cukup masif ini ternyata juga membawa dampak yang cukup besar terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang harus di bayarkan oleh masyarakat.



Mulai tahun kemarin, beberapa warga Kota Surabaya sangat terkejut ketika mereka menerima formulir PBB yang harus di bayarkan. Rata-rata tagihan PBB mereka melonjak sekitar 20% lebih. bahkan ada yang lebih dari 20%. Mereka yang mengalami kenaikan jumlah tagihan PBB yang cukup tinggi ini adalah mereka yang wilayahnya terkena dampak langsung dari pembangunan infrastruktur. 

Di kawasan Gunung Anyar sendiri, warga yang mendapatkan kenaikan PBB yang cukup tinggi adalah mereka yang tinggal tepat di pinggir jalan Merr. Sebenarnya hal ini juga cukup wajar, mengingat harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) mereka juga naik secara drastis.


Kenaikan kewajiban pembayaran PBB ini rupanya juga menyebabkan problem tersendiri bagi Pemerintah Kota Surabaya. Yaitu semakin banyaknya masyarakat yang menunggak pembayaran PBB mereka. Padahal, dengan menunggak pembayaran tagihan PBB, membuat masyarakat juga harus membayarkan sejumlah denda.

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya yang ke 726, Pemerintah Kota Surabaya mempunyai Program berupa Pembebasan Denda PBB. Dengan adanya program ini, di harapkan masyarakat bisa segera melunasi kewajiban pembayaran PBB yang masih tertunggak.


Pelaksanaan Program Pembebasan Denda PBB ini akan di laksanakan pada tanggal 1 April 2019 hingga 30 Juni 2019. Yang perlu di tekankan di sini adalah, bahwa yang di bebaskan adalah pembayaran dendanya saja, sedangkan untuk kewajiban pembayaran pokok PBB-nya akan tetap di kenakan sesuai dengan yang ada di lembar PBB.

Bagi masyarakat yang masih mempunyai tunggakan pembayaran PBB, di harapkan bisa segera melunasinya. Karena pajak anda merupakan partisipasi nyata dalam pembangunan Kota Surabaya yang kita cintai ini. (Yanuar Yudha) 

Grup Patrol Putro Nanggal Turut Suskseskan Surabaya Vaganza 2019

Manunggal Media - Gelegar Parade Surabaya Vaganza 2019 memang menyedot banyak sekali perhatian masyarakat Kota Surabaya. Tidak sedikit masyarakat yang ikut langsung dalam menyukseskan avent tahunan ini. Termasuk juga anak-anak muda dari Kelurahan Rungkut Menanggal Kota Surabaya yang tergabung dalam Grup Patrol Putro Nanggal ini.



Suasana perkampungan di Kelurahan Rungkut Menanggal RW 1 tampak ramai. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 05.00wib. Tampak anak-anak muda dengan mengenakan seragam jas berwarna merah sibuk untuk memasukkan peralatan musiknya ke dalam mobil. Mulai dari gong, perkusi dan peralatan lainnya.

Setelah semua peralatan musik sudah masuk, mereka langsung melaju ke kawasan Tugu Pahlawan Kota Surabaya. Kedatangan grup Patrol Putro Nanggal di Tugu Pahlawan ini rupanya sudah di tunggu oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pihak yang mengontrak mereka. Pihak OJK rupanya telah menjalin kesepakatan dengan para pegiat seni musik ini untuk tampil dalam event Surabaya Vaganza 2019.



Dengan menumpang truk yang telah di hiasi oleh berbagai ornamen bunga, Grup Patrol Putro Nanggal ini tampil dengan membawakan lagu-lagu rancak nan merdu untuk menghibur para penonton yang ada di sepanjang jalur Parade Surabaya Vaganza 2019.

Rupanya banyak juga penonton yang senang dengan hiburan musik patrol dari Grup Patrol Putro Nanggal ini. Seperti yang di ungkapkan oleh Anwar (32) warga Kertajaya yang menonton Parade Surabaya Vaganza 2019 di kawasan Siola. "Musiknya bagus, bisa kompak dengan mobilnya" tuturnya. 



Erick Maulana selaku manager dari Grup Patrol Putro Nanggal ini mengaku sangat senang, karena anak asuhnya bisa ikut berpartisipasi dalam event Parade Surabaya Vaganza ini. "Ini pengalaman pertama kita tampil live di atas truk terbuka" tuturnya. "Anak-anak juga bersemangat sekali dan untungnya hawanya enggak panas" sambungnya. 

Penampilan Grup Patrol Putro Nanggal di Parade Surabaya Vaganza ini cukup membuktikan kalau prestasi dari anak-anak Kelurahan Rungkut Menanggal ini sudah cukup mumpuni dan di akui oleh masyarakat secara luas. (Yanuar Yudha)       

Dispendukcapil Berikan Tenggat Waktu Perekaman Sampai Bulan Ini Saja

Manunggal Media - Kartu Identitas Penduduk (KTP) adalah tanda pengenal yang wajib di miliki oleh setiap warga negara. Saat ini KTP sudah berganti ke sistim yang lebih baik, yaitu KTP Elektronik (KTP-El). Nantinya semua kepengurusan administrasi warga, seperti pembuatan SIM, Perbankan, Imigrasi, dan laian-lain akan merujuk kepada KTP-El tadi. Jadi semua data warga negara akan terekam dalam satu nomor identitas pada KTP tersebut. Namun sayangnya tidak semua warga negara sadar akan pentingnya KTP ini. Hal inilah yang mengakibatkan perekaman data untuk pembuatan KTP Elektronik di Kota Surabaya belum selesai dan berlarut-larut hingga saat ini.



Pada bulan depan nanti, atau tepatnya pada 17 April 2019, Indonesia akan menghadapi Pemilihan Umum serentak. Nah, salah satu syarat untuk terdaftar sebagai pemilih adalah dengan menggunakan KTP. Oleh karena itu, kepemilikan KTP adalah syarat yang mutlak di perlukan agar warga bisa menggunakan hak pilihnya. 

Berdasarkan Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementrian Dalam Negeri, di Kota Surabaya sendiri masih ada 98ribu warga yang belum melakukan perekaman data untuk KTP. Angka tersebut bisa naik dan turun, mengingat data jumlah penduduk sifatnya sangat fleksible, karena seringkali ada penduduk yang pindah keluar kota maupun yang datang ke Kota Surabaya. 



Sebenarnya batas waktu untuk melakukan perekaman data dari Kementrian Dalam Negeri adalah hingga pada tanggal 20 Maret 2019. Namun Dispendukcapil Kota Surabaya memperpanjangnya hingga pada tanggal 31 Maret 2019. Untuk menyelesaikan pekerjaan rumah ini, maka pada bulan Maret, Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) akan melakukan perekaman data secara maksimal. Dispendukcapil akan berusaha secara maksimal mungkin agar semua warga Kota Surabaya bisa melakukan perekaman.

Ada beberapa langkah yang di lakukan oleh Dispendukcapil Kota Surabaya untuk menuntasnya proses Perekaman Data ini secara maksimal, yaitu :
  1. Pusat Perekaman Data ini akan di pusatkan di satu lokasi, yaitu layanan Dispendukcapil yang berada di Gedung Siola
  2. Dispendukcapil akan memfungsikan semua alat rekam data yang di milikinya (14 alat di Siola dan 7 alat untuk pelayanan keliling)
  3. Waktu pelayanan Perekaman Data KTP ini akan di maksimalkan mulai dari 07.30wib hingga 24.00wib.
  4. Tidak ada hari libur untuk Prekaman Data ini (Sabtu, Minggu serta hari Libur Nasional tetap buka hingga pukul 24.00wib)
  5. Dispendukcapil juga melakukan aktifitas "Jebol" (Jemput Bola). Aktifitas ini di di lakukan untuk memberikan pelayanan kepada para lansia maupun warga yang sakit dengan mendatanginya ke rumah maupun ke tempat perawatan warga.   
  6. Dispendukcapil akan menyiapkan 50ribu banko agar semua pengurusan KTP Elektronik ini tuntas.

Apakah ada sanksi bagi warga yang terlambat melakukan perekaman data hingga tanggal 31 Maret 2019 nantinya..?. Agus Imam Sonhaji selaku Kepala dari Dispendukcapil tidak mengungkapkan bagaimana sanksinya bagi warga yang tidak melakukan perekaman data. Namun bisa di pastikan apabila tidak melakukan perekaman data, maka warga akan terhambat jika ingin mengurus administrasi kependudukannya. 

Mengingat banyaknya masyarakat yang akan melakukan perekaman data pada bulan ini, maka sebaiknya anda melakukan pengambilan nomor secara online terlebih dahulu. Untuk pengambilan nomor secara online anda bisa masek ke link berikut http://ssw.surabaya.go.id/anjungan/. Dengan antrian online ini anda tidak akan membuang waktu banyak hanya untuk antri perekaman data.  (Yanuar Yudha)

Humas PDAM Surabaya Lakukan Audiensi Dengan KIM Mengenai Keluhan Masyarakat

Manunggal Media - Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus ada setiap saat. Mulai dari mandi, makan, minum dan cuci baju semuanya menggunakan air. Oleh karena itu kebutuhan air sangatlah vital bagi kehidupan manusia. Apa jadinya jika kebutuhan akan air tersebut terhambat...?. Tentunya akan sangat menyusahkan. Hal inilah yang menjadi tema dalam pertemuan wakil masyarakat dengan Humas PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Ruang rapat Dinkominfo yang terletak di lantai 5 gedung Pemkot Surabaya mendadak di penuhi oleh banyak orang. Mereka ini adalah wakil masyarakat yang tergabung dalam KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) yang berasal dari 152 kelurahan se-Kota Surabaya. Agenda rapat yang di laksanakan pada hari Rabu (13/02/2019) ini adalah melakukan pertemuan dengan pihak PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.



Rapat yang dimulai pada pukul 12.30wib ini menghadirkan Binurwati Ftri selaku Supervisor Customer Service PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Tidak perlu berlama-lama bagi wanita berkacamata minus ini untuk memberikan paparannya mengenai kinerja PDAM, yang kemudian langsung mendapatkan serbuan pertanyaan dari anggota KIM Kota Surabaya.

Rata-rata pertanyaan yang di ajukan oleh para anggota KIM ini adalah masalah mampetnya air PDAM di pemukiman mereka. Kebanyakan yang bertanya adalah mereka yang tinggal di kawasan barat Kota Surabaya. 



Sebagaimana di ketahui bersama bahwasannya saat ini warga Surabaya yang tinggal di kawasan barat seperti di Sememi, Pakal, Babat Jerawat dan sekitarnya sangat kesulitan akan pelayanan air bersih. banyak warga yang mengeluhkan airnya mampet dan hanya keluar pada malam hari selama 3 jam saja. Bahkan sempat viral di kawasan tersebut ada sekelompok warga yang harus memandikan jenazah dengan menggunakan air galon.

Menanggapi berbagai keluhan anggota KIM ini, Binurwati menjelaskan, memang di kawasan bagian barat masih terdapat beberapa perbaikan yang mengakibatkan layanan aliran PDAM kepada warga terganggu. Namun Binurwati berjanji bahwa PDAM akan siap membackup semua kebutuhan air di lokasi yang terganggu. " Pihak PDAM Surya Sembada siap mendatangkan mobil tanki air guna memenuhi kebutuhan iar bersih bagi warga " janji Binurwati.

Dalam kesempatan ini Binurwati Fitri juga mengingatkan agar warga melakukan pembayaran tagihan PDAM secara online. Pembayaran online ini bisa di lakukan di PPOB, Mini Market, Online Store dan lain sebagainya. "Sekarang kita tidak pernah menugaskan juru tagih ke rumah pelanggan" tegasnya. "Kemarin ada juru tagih yang menagih ke rumah-rumah, yang ternyata uang tagihannya di gunakan untuk keperluan pribadinya, sehingga banyak merugikan pelanggan " terang Binurwati. 



Binurwati juga mengingatkan bahwa saat ini warga sudah tidak di perbolehkan untuk mencatat meteran air sendiri. "Biasanya menulis di papan kecil, lalu di gantung di tembok" jelas Binurwati. Menanggapi hal ini beliau menjelaskan bahwa saat ini PDAM sudah mempunyai juru baca meter yang siap mencatat meteran air warga. "Meskipun pagar dalam keadaan tertutup, tim kita pasti bisa melakukan tugasnya" terang Binurwati.

Untuk warga Kota Surabaya yang ingin menghubungi ke PDAM, bisa menghubungi ke :
Office Phone +6231 5039373
Faximile +6231 5030100
Call Center +6231 2926666
Call Center 0800 192 6666 (bebas pulsa)
SMS 08123316666
e-mail : humas@pdam-sby.go.id

atau bisa juga ke nomor Binurwati Fitri (08123162819)
(Yanuar Yudha)           

Manunggal FanPage

Lapor Cak

Total Kunjungan