Header Ads

header ad

Waspadai Modus Gendam Semakin Marak

Waspadai Modus Gendam Semakin Marak

Manunggal - Momen akhir tahun bisa juga di sebut momen liburan. Di tahun baru-seperti ini biasanya para pekerja juga akan mendapatkan bonus akhir tahun yang jumlahnya juga lumayan. Setelah bonus tahunan di terima, biasanya di banyak orang yang menghabiskan akhir tahun ini dengan bepergian ke tempat wisata, ke rumah sanak saudara ataupun pulang ke rumah bagi yang berkerja di luar kota.

Maka tidak heran apabila hampir semua ruas jalanan terpantau padat, bahkan cenderung macet pada saat menjelang pergantian tahun ini. Hal yang serupa juga terjadi di terminal bis antar kota, stasiun maupun bandara.

Banyaknya kerumunan penumpang dengan membawa banyak barang dan uang tunai ini membuat banyak pelaku kejahatan seperti merasa panen. Bagi orang yang tidak wapada, sudah barang tentu akan kehilangan banyak uang ataupun barang berharga. Modus yang saat ini marak terjadi adalah modus gendam atau hipnotis untuk menguras harta korban.

Modus gendam ini beragam macamnya, seperti yang di ungkapkan oleh Evi (50tahun) yang menjadi korban gendam dalam perjalanannya menuju pulang ke Kota Malang. Kronologisnya, Evi awalnya baru saja mendarat melalui bandara internasional Juanda. Kemudian beliau menggunakan bis bandara untuk menuju ke terminal Purabaya guna melanjutkan perjalanan ke Kota Malang dengan menggunakan bis antar kota.

Di dalam bis bandara tersebut, Evi berkenalan dengan sosok ibu yang menurutnya sudah sepuh yang kebetulan mempunyai tujuan yang sama, yaitu Kota Malang. Dari perkenalan itulah, Ibu-Ibu tersebut menawarinya pulang bareng ke Kota Malang, karena dia aknn di jemput oleh anaknya di Terminal Purabaya. Awalnya Evi rada enggan, tapi kemudian dia merasa karena satu tujuan maka Evi mengiyakan ajakan dari kenalan barunya tersebut.

Setelah satu mobil, kemudian di tengah perjalanan sang sopir meminta berhenti untuk membeli minum. Lalu ada seorang tak di kenal menanyakan alamat di Singosari dan sama ibu-ibu itu di ajak bareng satu mobil. 

Di sinilah malapetaka terjadi pria yang tak di kenal itu mengaku kehabisan uang untuk pulang ke NTT. Lalu pria ini menawarkan berlian untuk di jual. SEbenarnya Evi tidak mau membelinya, namun si Ibu-Ibu kenalannya tidak mempunyai uang yang cukup dan mengajak meminjam uang Evi di ATM dan nanti akan di kembalikan. 

Sayangnya ketika mereka makan siang, Evi di tinggalkan di rumah makan sendirian. Uang yang di pinjam harus di relakan beserta tasnya yang berisi laptop dan yang lain-lainnya.

Ada beberapa langkah yang bisa di lakukan agar kita bisa terhindar dari kejahatan gendam. yaitu :
  1. Sikap waspada dan terjaga, terutama terhadap orang yang tidak di kenal
  2. Selalu Berdoa saat akan bepergian dan setelah sampai tempat tujuan
  3. Hindari pikiran kosong, hal ini akan menjadi sasaran utama dari para penghipnotis
  4. Hindari berdiri sendirian di lokasi yang sepi
  5. Jangan bersikap panik, jika bingung langsung carilah ruang informasi atau petugas keamanan di lokasi tersebut. (Yanuar Yudha)

No comments

Powered by Blogger.